Padang

Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol dan Kawasan Semen Padang Dapat Pengakuan UNESCO

388
×

Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol dan Kawasan Semen Padang Dapat Pengakuan UNESCO

Sebarkan artikel ini
Semen
UNESCO Ganjar Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol dan Kawasan Pabrik PT. Semen Padang sertifikat MoW.

PADANG,ONTIME.ID- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima sertifikat Memory of the World (MoW) for Asia and the Pasific dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sertifikat itu merupakan bukti dari penetapan Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol serta Kawasan Pabrik PT. Semen Padang sebagai salah satu ingatan dunia untuk Asia dan Pasifik atau Memory of the World (MoW) for Asia and the Pasific.

Sertifikat itu diberikan Kepala Arsip Nasional (ANRI), Imam Gunarto kepada Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumbar pada acara Hari Kearsipan Nasional ke- 53 sekaligus Rapat Koordinasi Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) se-Indonesia di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu (29/5) lalu.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengaku bangga dan bersyukur atas keberhasilan Sumbar meraih sertifikat MoW dari UNESCO tersebut. Ia menilai, raihan sertifikat tersebut merupakan buah dari keberhasilan seluruh lapisan masyarakat.

“Sertifikat ini menandakan  perjuangan yang telah dilakukan para tokoh dan masyarakat Sumbar di masa lampau untuk kemerdekaan Indonesia, telah  mendapatkan pengakuan dunia,” ujar Gubernur Mahyeldi, Kamis (30/5) lalu.

Sebagai informasi, Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol, adalah sebuah catatan autentik tentang ringkasan sejarah Perang Paderi dan Sumbar pada abad ke-19 yang ditulis langsung oleh pelaku sejarahnya sendiri.

Sementara  Kawasan Pabrik PT. Semen Padang, adalah kawasan sektor industri manufaktur material dasar pertama di Kawasan Asia Tenggara. Keberadaan pabrik ini, telah menjadi tonggak sejarah serta simbol kemandirian bangsa dalam pembangunan di Tanah Air.

“Raihan sertifikat MoW terhadap keduanya, telah mempertegas fakta sejarah, bahwa Sumbar memiliki peran besar untuk kemerdekaan Indonesia,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumbar, Jumaidi mengatakan, pada kegiatan rakor Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) se-Indonesia itu, Pemprov Sumbat juga berhasil memperoleh nilai pengawasan kearsipan dengan kategori BB (sangat baik).

“Capaian ini, lebih meningkat dari capaian kita tahun sebelumnya. Tahun lalu kita hanya mendapatkan nilai B (baik), sekarang BB (sangat baik),” ungkap Jumaidi.

Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota secara nasional, Kota Padang Panjang berhasil meraih peringkat 3 dengan perolehan nilai 83,99 kategori A (memuaskan).

“Meskipun sama-sama meraih kategori A, tapi raihan nilai Kota Padang panjang masih berada dibawah Kabupaten Bogor yang meraih nilai 89,64 dan Kabupaten Banyuasin yang meraih nilai 86,83,” jelasnya.

Adapun jumlah institusi daerah yang dinilai ANRI untuk tahun kerja 2023 lalu, adalah sebanyak 34 Pemerintah tingkat Provinsi serta 443 pemerintah tingkat kabupaten/kota. (vand)