Padang

Nataru, Polda Sumbar Kerahkan 3.000 Personel Gabungan

267
×

Nataru, Polda Sumbar Kerahkan 3.000 Personel Gabungan

Sebarkan artikel ini
nataru
Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2022 Polda Sumbar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, Kamis (22/12).

PADANG, ONTIME.ID — Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) mengerahkan 3.000 lebih personel gabungan untuk Operasi Lilin Singgalang pengamanan Natal dan Tahun Baru 2023.

Pengamanan tahun ini juga akan difokuskan pada antisipasi potensi aksi teroris.

 

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, mengatakan, sandi Operasi Lilin 2022 akan dilaksanakan selama 11 hari, mulai 23 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023 untuk mengantisipasi gangguan ketertiban masyarakat mengingat meningkatkannya mobilitas masyarakat pada saat momentum Nataru. Bahkan hasil survei nasional dari Kemenhub memperkirakan ada 44,17 juta orang melakukan pergerakan pada Nataru tahun ini.

 

“Apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Dengan demikian, diharapkan pengamanan dapat terselenggara secara optimal dan sinergi, sehingga perayaan Natal 2022 serta Tahun Baru 2023 mampu berjalan dengan kondusif,” ujar Suharyono saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2022, Kamis (22/12).

 

Polda Sumbar mengerahkan 3.253 personel gabungan untuk Operasi Lilin 2022, yang terdiri dari 340 personel Polda Sumbar dan 2.913 personel Polres jajaran. Selain Polda dan Polres jajaran akan mendirikan sebanyak 64 posko pengamanan Operasi Lilin 2022.

 

“Saya minta persiapan seluruh sektor dan stakeholder dalam mengantisipasi gangguan dan masalah saat Natal dan Tahun Baru ini betul-betul disiapkan, agar masyarakat merasa nyaman dan juga aman,” ujar Suharyono.

 

Ia menjelaskan, berbagai potensi gangguan yang harus diwaspadai selama Nataru, mulai dari pengendalian pandemi Covid-19, kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas jalan hingga ancaman terorisme.

 

“Tetal kedepankan deteksi dini dan preventive strike guna mencegah aksi-aksi terorisme, serta lakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah yang berpotensi menjadi target serangan teror,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, menambahkan, Operasi Lilin 2022 kepolisian telah menyiapkan tiga bentuk pos. Pertama, Pos Pengamanan (PosPam) yang ditempatkan di lokasi-lokasi pusat keramaian untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan maupun gangguan arus lalu lintas.

 

“Pos Pengamanan akan disebar di jalan-jalan yang akan banyak dilalui oleh masyarakat , baik itu yang mau liburan, Natalan maupun bagi masyarakat yang hendak berwisata. Ada 39 Pos PAM yang telah disiapkan,” katanya.

 

Kemudian, sambung Dwi, Pos Pelayanan yang ditempatkan di lokasi objek wisata untuk melayani masyarakat yang mungkin membutuhkan layanan kepolisian saat berada di objek-objek wisata dengan jumlah sebanyak 25 pos pelayanan.

 

“Terakhir, kita juga menyiapkan  satu Pos Terpadu di Kota Bukittinggi. Tepatnya di sekitar wilayah Jam Gadang, tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang akan berwisata di Jam Gadang maupun lokasi sekitarnya yang ada di Kota Bumi,” ujarnya.

 

Selain itu, kata Dwi Polda juga menyiapkan sejumlah pos mandiri yang akan ditempati oleh beberapa instansi samping dan unsur masyarakat di lokasi tertentu.

 

“Contohnya di Sitinjau Lauik. Di sana Dinas PUPR akan membuat pos sendiri untuk menempatkan anggota dan alat berat di seputaran Sitinjau Lauik yang memang rawan longsor,” katanya.

 

Mantan Kapolres Sijunjung ini juga  menyebut, sesuai dengan perintah Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, Polda Sumbar juga akan memasifkan  patroli di sejumlah lokasi seperti misalnya pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya.

 

“Kita juga akan melaksanakan patroli menyambangi pemukiman-pemukiman penduduk yang mungkin banyak ditinggalkan penghuninya dalam rangka liburan untuk mengantisipasi terjadinya tindak pencurian,” ucapnya.

 

Tingkatkan Pengamanan Gereja

Dwi Sulistyawan juga memastikan bahwa pengamanan terhadap gereja dan rumah ibadah umat Nasrani di Sumbar, juga termasuk dalam salah satu prioritas Polda Sumbar dalam operasi Lilin Singgalang tahun 2022 ini.

 

“Sesuai dengan perintah Kapolda, sterilisasi lingkungan gereja akan dilakukan secepatnya. Paling lambat besok sudah mulai dilakukan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Sumbar guna mengantisipasi terjadinya aksi Terorisme,” ucapnya.

 

Ia melanjutkan, sejauh ini Polda Sumbar telah memetakan sebanyak 70 unit gereja yang akan melaksanakan ibadah misa Natal diseluruh wilayah Hukum Polda Sumbar yang akan dilakukan sterilisasi dan dilakukan peningkatan penjagaan keamanannya.

 

“Setiap gereja yang akan melaksanakan misa, minimal akan kita laksanakan penjagaan atau patroli. Optimalnya  akan kita lakukan sterilisasi untuk menjamin rasa aman bagi umat Nasrani yang akan melaksanakan ibadah misa Natal,” ujarnya.

 

Selain ancaman bom dan terorisme, salah satu potensi gangguan keamanan yang perlu diwaspadai saat perayaan Natal di Sumbar, kata Dwi adalah digunakannya rumah atau pemukiman untuk melaksanakan ibadah misa oleh Umat Nasrani .

 

“Perlu diwaspadai ketika perayaan natal dilakukan di rumah penduduk. Sebab beberapa waktu yang lalu,  hal seperti itu pernah memancing keributan dan terjadi di Dharmasraya. Untuk itu kita menghimbau kepada setiap lapisan masyarakat untuk bisa tetap menjaga kondusifitas ditengah perayaan natal ataupun malam tahun baru nanti,” tutupnya.(*/red)