Internasional

Netanyahu Deklarasi Perburuan: Bos IRGC Jadi Target, Israel Siap Hantam Tanpa Ampun

149
×

Netanyahu Deklarasi Perburuan: Bos IRGC Jadi Target, Israel Siap Hantam Tanpa Ampun

Sebarkan artikel ini
Netanyahu
Netanyahu Deklarasi Perburuan: Bos IRGC Jadi Target, Israel Siap Hantam Tanpa Ampun

TEL AVIV, ONtime.ID — Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman keras dengan menyatakan akan memburu pimpinan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), menyusul serangan rudal Iran yang menghantam wilayah selatan Israel.

Pernyataan tegas itu disampaikan Netanyahu saat meninjau langsung lokasi kerusakan di Kota Arad, yang menjadi salah satu target serangan pada Sabtu (21/3). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa respons Israel tidak hanya akan menyasar fasilitas militer Iran, tetapi juga individu-individu kunci di balik struktur komando IRGC.

“Kami mengejar rezim. Kami mengejar IRGC, geng kriminal ini. Kami akan mengejar mereka secara pribadi—para pemimpin mereka, instalasi mereka, hingga aset ekonomi mereka,” ujar Netanyahu, seperti dikutip AFP.

[irp posts=”34938″ ]

Serangan Iran tidak hanya menyasar Arad. Kota Dimona, yang diyakini sebagai lokasi fasilitas nuklir Israel yang tidak diumumkan secara resmi, juga dilaporkan terkena dampak signifikan. Wilayah di Gurun Negev itu mengalami kerusakan cukup parah akibat hantaman rudal langsung.

Netanyahu turut mengunjungi Dimona dan memperingatkan warga bahwa seluruh wilayah Israel kini berada dalam kondisi siaga tinggi. Ia menekankan bahwa masyarakat harus disiplin mengikuti instruksi militer, terutama saat sirene peringatan berbunyi.

“Seluruh negara adalah garis depan. Ketika kita berada di garis depan, kita harus mematuhi setiap instruksi,” tegasnya.

Pernyataan ini menandai eskalasi retorika yang signifikan dari pemerintah Israel, yang kini secara terbuka menyasar kepemimpinan militer Iran. Langkah tersebut berpotensi memperluas konflik, dari sekadar serangan balasan menjadi operasi yang menargetkan elite strategis lawan.

[irp posts=”34935″ ]

Dengan meningkatnya intensitas serangan dan ancaman langsung terhadap pimpinan militer, kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang konflik yang lebih luas—dengan risiko yang semakin sulit diprediksi. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID