TASIKMALAYA, ONtime.ID — Sebuah aksi penyelamatan berubah menjadi tragedi di Pantai Karang Tawulan. Seorang wisatawan asal Bogor harus kehilangan nyawanya setelah nekat menolong seorang bocah yang terseret ombak ganas, Senin (23/3/2026).
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya. Korban tewas diketahui bernama Iyep, warga Ciomas, Bogor, yang saat itu tengah berada di lokasi wisata.
Insiden bermula ketika seorang anak berusia 7 tahun bernama Panji, asal Cianjur, sedang bermain pasir di tepi pantai. Tanpa diduga, ombak besar datang dan menyeret bocah tersebut ke arah tengah laut.
Teriakan panik pengunjung langsung pecah di lokasi. Di tengah kepanikan itu, Iyep spontan berlari ke arah laut dan berusaha menyelamatkan korban.
[irp posts=”34967″ ]
Aksinya sempat membuahkan hasil. Panji berhasil ditarik dari arus. Namun nahas, gelombang berikutnya justru menyeret Iyep ke tengah laut.
Petugas yang berjaga langsung bergerak cepat. Mereka berlari dan berenang ke arah korban untuk melakukan penyelamatan. Dalam proses tersebut, tiga orang sempat terbawa arus.
Berkat kesigapan petugas, dua orang berhasil diselamatkan, termasuk Panji yang masih dalam kondisi bernapas. Namun, Iyep tidak berhasil diselamatkan.
Kasat Polairud Polres Tasikmalaya, Agus, membenarkan kejadian tersebut.
“Iya ada korban, satu anak masih hidup, satu lagi yang dewasa meninggal,” ujarnya.
Kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas Cikalong untuk penanganan medis. Namun, nyawa Iyep tidak tertolong.
[irp posts=”34964″ ]
Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras akan bahaya ombak di pantai selatan Jawa yang dikenal memiliki arus kuat dan tak terduga. Di balik keganasan alam, terselip kisah pengorbanan—seorang pria yang memilih mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang lain.
Iyep mungkin telah pergi, tetapi aksinya menjadi bukti bahwa keberanian dan kepedulian masih hidup—meski harus dibayar dengan harga yang paling mahal. (*)













