PADANG, ONtime.ID — Program “Padang Bagoro” yang digagas oleh Wali Kota Padang Hendri Septa terus digaungkan dan dilaksanakan setiap bulannya oleh warga Kota Padang. Kali ini program yang memasuki tahun kedua ini mengusung konsep, ‘Padang Bersih Dimulai dari Keluarga’.
Hal tersebut disampaikan Hendri Septa, saat meninjau Program Padang Bagoro yang serentak kembali dilaksanakan di 11 kecamatan se-Kota Padang, Minggu (28/4). Hendri Septa menjelaskan, ‘Padang Bersih Dimulai dari Keluarga’ adalah bagaimana keluarga terlibat aktif untuk membersihkan pekarangan rumah masing-masing, selokan, drainase dan jalan.
“Konsep ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, di mana pelaksanaan Padang Bergoro kebanyakan diikuti oleh ASN di lingkungan Pemko Padang. Hari ini (kemarin red), seluruh kecamatan bergerak untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Maksud dari program ini adalah menggerakkan seluruh keluarga, anak, bapak ibu, semuanya, bergerak membersihkan rumahnya masing-masing,” ujar wako.
Hendri menambahkan, dengan konsep seperti ini diharapkan akan terbangun rasa kebersamaan antara keluarga, tetangga, dan memperkuat hubungan silaturahmi antar tetangga dan warga Kota Padang.
“Kami juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar anak-anak kami yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan SMP membuat konten mereka bersih- bersih rumah, dan ini juga akan dinilai. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dapat menciptakan budaya Padang bersih,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Fadelan Fitra Masta menambahkan, melalui program Padang Bergoro, Pemko Padang ingin membangun perilaku dan budaya sosial masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan, dan tidak membuang sampah sembarang.
“Tiga prinsip yang kita ingin ditekankan pada pelaksanaan Padang Bergoro 2024 ini yakni, pertama serentak satu kali sebulan, kedua bersama keluarga, dan ketiga, di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” sebutnya.
Fadel menambahkan, dalam pelaksanaannya ada rasa tanggung jawab pribadi. Pandangan yang salah bahwa kebersihan itu sudah ada petugasnya, sehingga boleh buang sampah sesukanya.
“Padang Bagoro diharapkan menjadi momentum menciptakan generasi yang peduli terhadap persoalan sampah. Kemudian, kesadaran silaturahmi. Pada era digital ini, terkadang kita dengan tetangga depan, samping, satu blok, tidak saling kenal. Nah, dengan Padang Bagoro memaksa kita bertemu dan bercengkrama dengan tetangga, menguatkan tali silaturahmi, saling bantu saat sakit ataupun kesulitan. Gotong royong menjadi kekuatan membangun kebersamaan,” terang Fadel.
Terakhir, Fadel menjelaskan, harapan supaya bisa membiasakan menyertakan anak-anak. “Karena harapan kita adalah menanamkan budaya bersih dan gotong-royong kepada anak, sejak dini,” pungkasnya. (rizal)













