Kab. Agam

Pembangunan Jalan Dianggarkan Rp5,16 M

656
×

Pembangunan Jalan Dianggarkan Rp5,16 M

Sebarkan artikel ini
jalan
 Jalan di Durian Kapeh sampai Labuhan Kecamatan Tanjung Mutiara.

AGAM, ONTIME.ID – Untuk melancarkan akses trasportasi membawa hasil perkebunan oleh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Agam, mengalokasikam dana Rp5,16 miliar di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022 untuk membangun jalan di Durian Kapeh sampai Labuhan Kecamatan Tanjung Mutiara.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Ofrizon menyebutkan, pekerjaan jalan sepanjang tiga kilometer dan lebar tiga meter itu sedang dikerjakan.

 

“Pembangunan jalan itu dikerjakan oleh PT Anugerah Karya Bersama Persada,” katanya pada Kamis (4/8).

 

Ofrizo mengatakan, dengan rekontruksi jalan ini bisa memperlancar mobilitas membawa hasil perkebunan.

 

Sebelumnya jalan tersebut rusak, sehingga masyarakat membutuhkan waktu lebih jauh untuk menuju ke lokasi.

 

“Kami juga membangun infrastruktur di beberapa titik yang tidak layak dilalui,” ungkapnya.

 

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Agam sepanjang tahun 2022 ini akan terus melakukan pekerjaan infrastuktur di beberapa titik lokasi yang merata di berbagai kecamatan yang ada di Agam.

 

Sementara untuk pembangunan dua jembatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam menggunakan dana hibah.

 

Sekretaris BPBD Agam, Hardoni mengatakan, dua jembatan itu berada di Ujung Karang dengan nilai kontrak Rp633.069.500 dikerjakan oleh CV Bintang Sago Jaya, dan jembatan Labuan dengan nilai kontrak sebesar Rp952.965.500 yang dikerjakan oleh CV Anugerah Bunda.

 

“Diperkirakan dua jembatan tersebut selesai pada Oktober 2022 dengan panjang 7,6 meter dan lebar enam meter,” ucapnya.

 

Hardoni berharap dengan adanya jembatan ini semoga berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Sementara Wali Nagari Tiku Lima Jorong, Mardison menambahkan, pembangunan jalan dan jembatan ini merupakan dambaan masyarakat khususnya di Nagari Tiku Lima Jorong, karena akses tersebut sangat diperlukan masyarakat dalam membawa hasil perkebunan kelapa sawit.

 

“Kami merasa bersyukur karena selama ini yang kami dambakan telah terealisasi sepenuhnya,” katanya. (*/red)