PADANG, ONTIME.ID—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dibawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy, terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda Sumbar.
Guna mewujudkan harapan dan cita-cita besar masyarakat Sumbar itu, pada momentum bulan suci Ramadan 1445 H/2024 M kali ini Pemprov Sumbar mencanangkan program Pesantren Ramadan Kolaborasi Tingkat SMA/SMK se-Sumbar.
Program tersebut diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Mahyeldi di halaman Istana Gubernur, Rabu (6/3). Program ini akan diikuti oleh 240.046 orang pelajar tingkat SMA dan SMK dari tanggal 14 Maret hingga 5 April mendatang.
Selama menjalani program Pesantren Ramadan Kolaborasi kali ini, ratusan ribu siswa ini akan mempelajari ilmu agama serta kepemimpinan secara intensif di 5.000 lebih masjid yang tersebar di seluruh penjuru Ranah Minang.
“Pesantren Ramadan Kolaborasi ini adalah pola pendidikan pesantren yang khusus untuk para pelajar dan generasi muda yang ke depan akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan bangsa. Sebab, kami mempercayai Pesantren Ramadan selama ini telah berhasil menjadi salah satu solusi dalam menyiapkan generasi hebat di bulan yang penuh berkah,” ujar Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya.
Program pesantren Ramadan Kolaborasi yang akan memindahkan lokasi belajar dari kelas atau sekolah ke metode intensif di masjid atau musala ini, diharapkan menjadi menjadi wadah pembinaan generasi muda selama bulan Ramadan yang sejatinya memiliki makna sebagai bulan pendidikan,.
“Pesantren Ramadan bertujuan untuk membentuk generasi muda kita agar menjadi anak dan remaja yang intelek, memiliki kecerdasan spiritual, serta kecerdasan emosional. Oleh karena itu, kami menyiapkan lebih dari 5.000 masjid, musala, dan surau untuk siswa-siswi kita menimba ilmu selama Ramadan ini,” ucap Gubernur lagi.
Gubernur juga mengajak seluruh kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, serta para guru dan panitia penyelenggara Pesantren Ramadan untuk menjadikan momen ini sebagai peluang emas untuk memperkuat pondasi keimanan pelajar, serta membentuk generasi muda yang berakhlak dan bertanggung jawab.
“Marilah kita manfaatkan kesempatan ini dengan penuh semangat dan kegembiraan. Pesantren Ramadan bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat tumbuh kembangnya kebersamaan, kepedulian, dan rasa persaudaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sumbar, Al Amin dalam laporannya menyebutkan, ada pun peserta Pencanangan Pesantren Ramadan Kolaborasi untuk tahun ini terdiri dari 152.974 pelajar SMA dan 87.072 pelajar SMK, dengan total 240.046 orang dengan lokasi pelaksanaan kegiatan di 5.000 masjid di seluruh Sumbar.
“Kami berharap Pesantren Ramadan kali ini menjadi wadah yang istimewa bagi para pelajar untuk mendalami nilai-nilai agama, meningkatkan kualitas iman, dan mengembangkan karakter yang mulia,” ucap Al Amin.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius melalui Kepala Bidang SMA/SMK, Mahyan menjelaskan, pada program Pesantren Ramadan Kolaborasi kali ini, para siswa akan mengikuti pembelajaran di masjid selama tiga minggu berturut-turut.
Program pembinaan intensif ini, akan akan menekankan kepada aspek pembinaan akhlak, akidah, praktek ibadah wajib, salat jenazah, hingga pengetahuan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.
Ia menegaskan, pesantren Ramadan pada dasarnya adalah proses belajar dan mengajar yang dialihkan ke masjid. Artinya, kehadiran guru dan siswa akan dicatat sebagaimana biasanya.
“Kami berharap program Pesantren Ramadan Kolaborasi kali ini lebih sukses dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bagaimanapun, ini merupakan upaya kami untuk menciptakan generasi muda Sumbar yang cerdas, berkarakter, berakhlakul karimah, serta mengerti adat,” ujarnya. (vand)













