PARIWARA

Penas KTNA Kontes Ayam Kukuk Balenggek, Sumbar Pecahkan Rekor MURI 

276
×

Penas KTNA Kontes Ayam Kukuk Balenggek, Sumbar Pecahkan Rekor MURI 

Sebarkan artikel ini
KTNA
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar Sukarli bersama Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Awan Rahargo, dan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementrian Pertanian, Nasrullah

PADANG, ONTIME.ID- Pada perhelatan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XVI tahun 2023,  Sumatera Barat memecahkan rekor MURI kontes ayam kukuk balenggek terbanyak. 

 

Rekor tersebut memecahkan rekor yang pernah tercatat ayam hias pejantan di Indonesia. Kemudian diserahkan secara langsung oleh Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Awan Rahargo Minggu (11/6) di Sumatra Barat (Sumbar), dan resmi dibuka di Lapangan Udara Tabing, Padang.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Sumbar, jajaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta jajaran Direktur MURI saat menyaksikan kontes ayam kukuk balenggek

“Ayam kukuk balenggek hanya ada di Indonesia yaitu Sumatera Barat. Muri wajib mengklaim ini adalah rekor dunia. Sebelumnya untuk kontes ayam terbanyak itu pernah ada pada 2013 di Gresik,” katanya.

 

Saat itu sebutnya, ayam yang mengikuti kontes sejumlah 467 ekor ayam hias dan ayam ketawa. Kemudian, dalam Penas Tani 2023, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar menggelar kontes ayam kukuk balenggek sebanyak, 939 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Sumbar saat menerima penghargaan MURI ayam kukuk balenggek

 

“Semoga makin go internasional dan dikenal oleh masyarakat dunia. Karena ini plasma nutfah yang hanya ada di Sumbar ayam kokok balenggek ini,” ujarnya.

 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementrian Pertanian, Nasrullah mengatakan, Indonesia harus bangga karena plasma nutfah Sumbar mampu menembus rekor dunia.

 

“Dunia akan tahu bahwa di Sumbar ada ayam kukuk balenggek, dengan ciri khas suaranya. Sehingga akan menarik perhatian dunia. Kemudian, ayam ini akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

 

Melalui Food and Agriculture Organization (FAO) segera, pihaknya juga akan mendaftarkan ayam kukuk balenggek agar diakui internasional. Sebab itu, tidak ada yang bisa mengklaim ayam kukuk balenggek di dunia.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli mengaku Sumbar bangga dengan plasma nutfah ayam kukuk balenggek. Keberadaan ayam kukuk balenggek di Sumbar menurutnya sangat istimewa, maka dirinya segera mendaftarkan ayam kukuk balenggek pada FAO.

Peserta dengan ayam yang mengikuti kontes kukuk balenggek

Lebih lanjut, Ketua Panitia Penyelenggaraan Kontes Ayam Kukuk Balenggek Ollyandes, menyampaikan peserta yang mengikuti kontes ini berjumlah 101 peserta dengan masing-masing membawa 10 ekor ayam.

 

“Peserta seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Namun yang paling banyak dari Kabupaten Solok dan Kota Solok. Nanti juga akan diberikan hadiah kepada pemenang lomba. Diantaranya ada juara umum dan kategori juara yaitu landik dan istimewa,” tuturnya. (vand)