“Kasus ini benar-benar dapat memberikan efek domino yang mampu memberikan obat paling ampuh di Indonesia, khususnya bagi pejabat publik atau para pemangku kepentingan. Kami sangat yakin kasus yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan ini akan jelas dan terang benderang oleh penegak hukum,” katanya.
Tingkatkan Pengawasan
Menindaklanjuti OTT di lingkungan Pemkab Pessel, Sekda Pessel, Mawardi Roska berjanji bakal memperketat pengawasan ruang kerja masing-masing pejabat melalui pemasangan kamera CCTV.
Mawardi Roska menyebut, pemasangan kamera itu merupakan antisipasi terjadinya peristiwa serupa di lingkungan sekretariat daerah setempat, sekaligus sebagai upaya menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.
“Dengan demikian, praktik penyalahgunaan wewenang dari ASN bisa diantisipasi. Sebab, pemerintahan yang bersih itu merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dengan publik,” ujarnya saat dihubungi ONTIME.ID, Sabtu (23/4).
Ia mengatakan, OTT di lingkungan pemerintah kabupaten tidak boleh lagi terjadi. ASN harus memberikan teladan yang baik, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat pada aparatur daerah semakin tinggi.
Kejadian itu, menurutnya, harus menjadi pelajaran bagi semua ASN, karena memiliki dampak yang sangat luas bagi publik. Tak hanya pada kinerja dan citra daerah, tapi juga pada keluarga masing-masing yang terlibat. Apalagi jika sampai berhenti dengan tidak hormat sebagai ASN.
Meski demikian, ia mengaku, Pemkab Pessel hingga kini belum mengganti posisi ASN yang terjaring OTT tersebut, karena masih berstatus saksi. “Kami lihat dulu perkembangannya. Setelah itu baru kami ambil sikap, apakah tetap mempertahankannya atau mengevaluasi,” tuturnya.













