IRAN, ONtime.ID — Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah negara tetangga yang terdampak serangan militer Iran, Sabtu (7/3/2026). Pernyataan itu muncul setelah Teheran meluncurkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut diarahkan ke beberapa negara yang menjadi lokasi fasilitas militer AS, yakni Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Langkah militer itu dilakukan sebagai respons terhadap operasi gabungan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP, Pezeshkian menegaskan bahwa serangan Iran tidak ditujukan kepada negara-negara tetangga secara langsung, melainkan hanya menargetkan instalasi militer AS yang berada di wilayah mereka.
“Saya harus meminta maaf atas nama pribadi dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang Iran,” ujar Pezeshkian.
[irp posts=”34527″ ]
Ia juga mengungkapkan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran telah mencapai kesepakatan penting terkait langkah militer ke depan.
“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sudah sepakat tidak akan lagi menyerang negara tetangga,” lanjutnya.
Konflik Memanas Sepekan Terakhir
Ketegangan di kawasan meningkat tajam setelah konflik bersenjata antara Iran dan koalisi yang dipimpin Israel serta Amerika Serikat pecah sekitar sepekan lalu. Operasi militer yang saling dilancarkan membuat situasi keamanan di Timur Tengah semakin tidak stabil.
Meski menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara di kawasan, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan dari Israel maupun Amerika Serikat.
Menurutnya, rakyat Iran tetap bersatu menghadapi tekanan militer dan politik dari luar negeri.
“Musuh Iran harus membawa keinginan itu ke liang kubur untuk melihat rakyat Iran menyerah tanpa syarat,” tegasnya.
[irp posts=”34524″ ]
Pernyataan tersebut menandakan bahwa meski Iran berupaya meredakan ketegangan dengan negara-negara tetangga, sikap keras terhadap Israel dan Amerika Serikat masih tetap dipertahankan oleh pemerintah Teheran. (*)













