AGAM, ONTIME.ID—Gerak cepat Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan jajaran memperjuangkan percepatan pemulihan infrastruktur terdampak bencana, serta pembangunan sabo dam guna meminimalisasi risiko ancaman bencana lahar dingin akibat erupsi Gunung Marapi, akhirnya berbuah manis.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera memulai proses pembangunan sabo dam di sejumlah lokasi rawan terdampak banjir lahar dingin di kawasan Salingka Gunung Marapi tahun ini.
Pembangunan sabo dam adalah salah satu dari lima permohonan yang diajukan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah kepada Presiden dalam upaya pemulihan infrastruktur serta penguatan mitigasi antisipasi bencana banjir lahar dingin dan longsor di Sumbar.
“Untuk penanganan banjir lahar dingin sudah dihitung Kementerian PUPR. Dibutuhkan 56 sabo dam, sementara yang ada baru dua. Sehingga, diperlukan banyak tambahan lagi. Saya perintahkan tahun ini harus dimulai, terutama di tempat-tempat yang penting. Ada enam titik yang harus segera dimulai. Saya sudah minta dirjen terkait di Kementerian PUPR,” ucap Presiden Jokowi saat meninjau kerusakan dampak bencana banjir lahar dingin dan longsor di Bukik Batabuah, Agam, Selasa (21/5).
Secara umum, Presiden Jokowi menilai penanganan bencana banjir lahar dingin dan longsor di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar telah terlaksana dengan baik. Mulai dari upaya evakuasi korban, penanganan terhadap warga yang tinggal di pengungsian, hingga pembangunan jalan dan jembatan-jembatan darurat, yang sebagian besar telah dilakukan dan akan terus dioptimalkan.
“Terkait penanganan terhadap pengungsi, tadi saya sudah tanya pengungsi di sini, itu sudah baik. Untuk pembangunan jalan dan jembatan, ada satu dua yang masih dalam proses, dan itu yang akan kita kejar, agar semuanya secepatnya kembali normal,” ucap Presiden lagi.
Presiden menegaskan, hingga saat ini penanganan atas dampak bencana banjir bandang lahar dingin yang melanda tiga kabupaten/kota di Sumbar masih terus dilakukan secara maksimal. Mulai dari upaya pencarian terhadap korban yang masih terus dilakukan, penyediaan kebutuhan logistik bagi warga yang saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan tiga minggu ke depan, hingga menyegerakan penyaluran santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.
“Selain itu, rumah yang rusak agar segera diberi bantuan. Setidaknya ada 265 rumah yang rusak, di mana 159 rumah di antaranya rusak berat, dan sudah ada 100-an KK yang siap untuk direlokasi. Bupati dan Gubernur harus segera menyiapkan lahannya jika memang diperlukan relokasi, karena barang untuk pembangunan dari pemerintah pusat itu sudah siap,” kata Presiden menekankan.
Dalam kunjungannya ke Ranah Minang yang tengah dirundung duka, rombongan Presiden Jokowi tiba di Simpang Bukik Batabuah pada pukul 10.17 WIB. Presiden menempuh perjalanan darat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Kabupaten Agam via jalur alternatif Malalak.
Turut serta mendampingi Presiden Jokowi, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo; Menko PMK RI, Muhadjir Effendy; Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto; hingga Kepala Basarnas Marsma TNI Kusworo.
Selain itu, kunjungan Presiden juga turut didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah; Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Moch. Hasan Hasibuan; Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Rudy Saladin; Komandan Paspampres, Mayjen TNI Achiruddin; Plt Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres RI, M. Yusuf Permana; Bupati Agam, Andri Warman; Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono; serta jajaran Forkopimda Sumbar dan pejabat kementerian terkait lainnya.
Dalam kunjungan kali ini, Presiden Jokowi mendengar secara utuh paparan kondisi penanganan bencana banjir dan lahar dingin dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Presiden juga mendengarkan usulan permohonan untuk pemulihan infrastruktur serta upaya antisipasi bencana banjir lahar dingin dan longsor pada masa yang akan datang dari Gubernur Sumbar.
Ada pun lima poin permohonan yang disampaikan Gubernur Mahyeldi kepada Presiden, di antaranya adalah pembangunan sabo dam di Gunung Marapi untuk mengantisipasi banjir lahar dingin, sebagaimana sistem serupa sukses diterapkan di Gunung Merapi yang memiliki 250 unit sabo dam serta di Gunung Agung yang memiliki 90 unit sabo dam.
Kedua, Gubernur Mahyeldi juga memohonkan percepatan rekonstruksi atau pemulihan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.
Ketiga, Gubernur Mahyeldi mengajukan permohonan rencana pembangunan fly over di kawasan Lembah Anai untuk menggantikan fungsi jalan nasional yang saat ini masih terputus total akibat diterjang banjir bandang yang melanda beberapa waktu lalu.
Keempat, percepatan pembangunan jalur tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin-Bukittinggi-Limapuluh Kota, yang akan sangat bermanfaat sebagai jalur alternatif utama saat bencana dalam skala besar kembali terjadi.
Ada pun permohonan yang kelima ialah percepatan pembangunan fisik Fly Over Sitinjau Lauik, untuk menggantikan fungsi jalan nasional Sitinjau Lauik yang sangat curam, rawan kecelakaan, serta rawan longsor sehingga sudah mengancam keselamatan pengguna jalan. (vand)













