Peristiwa

Puluhan Pelajar Keracunan Es Kepal Milo

587
×

Puluhan Pelajar Keracunan Es Kepal Milo

Sebarkan artikel ini
Pelajar
Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Yosvenli Dasman bersama petugas kesehatan saat memeriksa sisa Es Kepal Milo yang dikonsumsi siswa MTs Muhammadiyah di puskesmas setempat, Jumat (23/8).

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID—Sebanyak 28 siswa MTs Muhammadiyah Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman diduga keracunan setelah mengkonsumsi jajanan Es Kepal Milo sekitar pukul 12.30 WIB, Jumat (23/8). Hingga saat ini, kepolisian setempat masih terus menyelidiki kasus ini.

“Siswa yang keracunan sebanyak 28 orang. Setelah mendapatkan perawatan, 22 siswa sudah dipulangkan ke rumah masing- masing, satu orang dirawat di Puskesmas Lubuk Alung, dan lima orang dirujuk ke RSUD Parit Malintang,” ujar Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Yosvenli Dasman, Jumat (23/8).

Ia mengatakan, kondisi seluruh siswa yang dipulangkan sudah membaik, sementara lima orang siswa yang dirujuk ke RSUD Parit Malintang mengalami sesak nafas dan kendala kesehatan lainnya. “Lima siswa yang dirujuk karena butuh perawatan lanjutan, karena mengalami sesak nafas,” ujar Yosvenli.

Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti korban yang mengalami keracunan dalam peristiwa ini. “Jumlah ini masih sementara, karena saat kejadian bersamaan dengan jam pulang sekolah. Jadi kami masih mengumpulkan data yang valid,” katanya.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Faisal Amir yang datang melihat secara langsung kondisi para korban di RSUD Padang Pariaman mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil sampel minuman Es Kepal Milo yang dikonsumsi oleh para pelajar yang keracunan. Jika terbukti ada racun atau kelalaian oleh penjual esh maka pihaknya akan memproses hukum.

Kapolres menyebut bahwa pihaknya masih mencari penjual es tersebut. “Saat itu ada beberapa penjual es di sana. Namun yang menyebabkan keracunan ini masih kami cari. Keterangan murid di sana penjual es ini berbaju biru,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Bidang Studi MTSN Muhammadiyah, Delvi Deli menuturkan, kejadian itu berawal ketika jam istirahat, saat para siswa jajan di luar sekolah. Lalu, setelah kembali ke kelas, sejumlah siswa mengeluh sakit perut, pusing, dan mual. “Setelah ditanya, mereka menjawab kalau habis minum es kepal. Lalu mereka pergi ke WC. Di sana mereka ada yang muntah,” katanya.

Mendapati situasi itu, para guru langsung membawa mereka ke puskesmas terdekat, dan barulah kemudian diketahui bahwa para siswa tersebut keracunan. “Jumlah anak yang mengeluh ada 28 orang. Sebagian banyak telah pulang kembali usai dirawat,” ujarnya. (*)