PADANG, ONtime.ID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmennya untuk menjadikan penguatan literasi di sekolah sebagai langkah strategis menekan angka kenakalan remaja.
Ia menilai, persoalan remaja tidak cukup dihadapi dengan pendekatan disiplin semata, tetapi harus dibentengi dari dalam melalui budaya baca dan berpikir kritis.
Penegasan tersebut disampaikan Muhidi saat berdialog langsung dengan para guru SMA Negeri 14 Padang, dalam agenda penyerahan bantuan baju batik, Senin (12/1). Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa literasi bukan sekadar urusan akademik, melainkan fondasi pembentukan karakter generasi muda.
“Penguatan minat literasi adalah program prioritas yang terus kami dorong. Setiap tahun, DPRD Sumbar akan menganggarkan program yang fokus membangun budaya literasi di sekolah-sekolah,” tegas Muhidi.
Menurutnya, rendahnya minat baca berbanding lurus dengan rapuhnya daya pikir dan karakter siswa. Sebaliknya, kebiasaan membaca dan berliterasi mampu memperluas wawasan, menajamkan nalar, serta membentuk sikap positif yang menjauhkan remaja dari perilaku menyimpang.
Muhidi juga mengajak para guru untuk mengambil peran lebih aktif dalam memassifkan gerakan literasi di sekolah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembiasaan membaca, diskusi terarah, hingga optimalisasi peran perpustakaan sebagai pusat belajar yang hidup, bukan sekadar ruang penyimpanan buku.
“Literasi bukan hanya meningkatkan prestasi belajar, tetapi juga menjadi benteng sosial bagi anak-anak kita. Dengan literasi yang kuat, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Sumbar menyerahkan bantuan baju batik kepada guru SMA Negeri 14 Padang. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis guru dalam mencerdaskan dan membina karakter generasi bangsa.
Ia berharap, dukungan tersebut dapat memacu semangat para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sejalan dengan visi besar mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 14 Padang, Evidel, menyatakan dukungan penuh terhadap dorongan penguatan literasi yang disampaikan Ketua DPRD Sumbar. Ia menilai, budaya literasi memiliki dampak langsung terhadap pembentukan karakter dan masa depan peserta didik.
Evidel juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap sarana pendukung sekolah, khususnya musala dan aula. Dengan jumlah siswa mencapai 1.115 orang, fasilitas yang memadai dinilai sangat penting untuk menunjang kegiatan pembelajaran serta pembinaan karakter secara menyeluruh.
Langkah mendorong literasi sebagai solusi jangka panjang atas persoalan remaja ini menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan kurikulum, tetapi harus dibarengi budaya berpikir yang kuat sejak bangku sekolah. (*)













