PADANG, ONTIME.ID — Guyuran hujan dari pagi hingga siang Minggu kemarin, tak melunturkan antusias warga dan pendukung menyambut kedatangan Anies Baswedan di Sumatra Barat.
Bahkan teriakan-teriakan Anies Presidenku menggema di setiap perjalan safari politiknya.
Selama 2 hari, Sabtu (3/12) dan Minggu (4/12) Anies BaswedanAnies Baswedan memulai safari politik di Sumatera Barat (Sumbar). Pada Sabtunya, Mantan Gubernur DKI Jakarta yang merupakan bakal Capres dari Partai NasDem tersebut, mampir di INS Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman. Di lokasi, Anies disambut warga dan simpatisan yang langsung mengerubungi dan meneriakkan Anies Presiden. “Presiden kita sudah datang. Anies presiden,” teriak sejumlah warga saat itu.
Saat itu, Anies yang didampingi Ketua DPD NasDem Sumbar, Fadly Amran, anggota DPR RI dari Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal, dan Sastrawan, Taufik Ismail. Sedangkan kemarin, Anies juga menyambangi LKAAM Sumbar.
Dalam kesempatan itu, juga tampak pengusaha dan Owner Basko Grup, Basrizal Koto, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, Bendahara DPD NasDem Sumbar, Brian Putra Bastara, Wakil Ketua LKAAM Sumbar, Laksamana Madya (purn) Hargianto dan tokoh lainnya.
Kegembiraan masyarakat Sumbar menyambut Anies Baswedan memang sejak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman. “Anies Presiden Ku” menggema di sana. Memang, Anies Baswedan merupakan bakal calon presiden Partai NasDem yang pertama menginjakkan kaki di Sumbar.
Kemarin, bertempat di VVIP Siti Rahmah, Kampus Universitas Baiturrahmah, Minggu usai makan bajamba dengan sejumlah tokoh, termasuk mantan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, dan tokoh lainnya, Anies menyempatkan diri berjumpa tokoh-tokoh pers Sumbar. Anies Baswedan di dampingi Ketua DPD NasDem Sumbar, Fadly Amran, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, Wakil Ketua DPD NasDem Sumbar, Sukri Umar, Anies blak-blakan.
Terutama pertanyaan soal pandangan Anies tentang Sumatera Barat. Dalam orasi politiknya di hadapan ribuan relawan perubahan yang memadati Auditorium Universitas Adzkia, Anies mengajak para pendukungnya untuk senantiasa menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan serta menjauhi pesan-pesan yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa dalam upaya mengkampenyekan dirinya.
“Saya berharap kepada para relawan perubahan untuk membawa pesan positif, bawalah pesan yang menggugah, mengajak bekerjasama, jangan terpancing untuk menjelekkan siapapun, Dan jangan pernah berfikir bahwa kalau kita menjelekkan orang lain lalu kita lebih baik,” ujarnya yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari hadirin.
Ia juga menyebut, tingginya animo masyarakat dalam menyambut rangkaian kegiatan safari politiknya di Sumbar bersama partai NasDem selama dua hari tersebut, juga menandakann bahwasanya masyarakat indonesia sedang menantikan keadilan dan perubahan.
“Saya rasa agenda yang kita usung hari ini adalah agenda yang disertai dengan harapan dari masyarakat, masyarakat menginginkan keadilan, merindukan kesetaraan, ketimpangan tidak boleh dibiarkan begitu saja , mengapa keadilan ini penting, karena tanpa ada keadilan tidak akan ada persatuan. Insya Allah, kita ikhtiarkan perubahan bersama-sama untuk Indonesia,” kata Anies Anies Baswedan menutup safari politiknya di Ranah Minang selama dua hari dengan berbincang dengan insan pers Sumbar.
Dalam kesempatan itu, kandidat calon presiden 2024 itu bicara banyak tentang kekagumannya kepada Sumbar. Bagi Anies Baswedan, Minangkabau adalah negeri lahirnya gagasan serta pikiran yang mewarnai Indonesia Gagasan itu tumbuh dari pikiran-pikiran masyarakat Minangkabau yang tidak terlepas dari tradisi yang memberikan ruang yang luas kepada para cendekiawan, alim ulama dan para pemikir. Pikiran dari sejumlah tokoh dari Ranah Minang bahkan telah menjadi arus utama dalam proses pembentukan republik sejak dahulu kala.
Anies Baswedan menilai, dengan tradisi dan iklim intelektual masyarakat Minangkabau yang dikenal terbuka dan kritis sejak dahulu kala. Jika diibaratkan dalam dunia olahraga, maka Sumbar merupakan provinsi yang dipenuhi oleh para atlet yang memiliki bakat ilmiah. “Kalau saya bayangkan sebagai dunia olahraga atlet, maka di Minang ini atletnya adalah atlet -atlet yang alamiah,” ucapnya.
Kemudian, Anies menjelaskan, Sumbar juga didukung dengan hadirnya kampus-kampus yang memiliki peran cukup besar dalam merangsang lahirnya gagasan-gagasan untuk membawa perubahan yang lebih baik. “Mudah-mudahan dengan suasana seperti ini, semoga Sumbar akan kembali mampu melahirkan dan menumbuhkan para intelektual seperti halnya yang dulu,” harapnya.
Di hadapan sejumlah tokoh Pers Sumbar, Anies Baswedan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Djamaluddin Adinegoro dan Rasuna Said yang notabene merupakan dua tokoh pers kawakan indonesia yang berasal dari Sumbar.
“Saya juga mengagumi Djamaluddin Adinegoro, bahkan saking kagumnya, bahkan saya sempat mencari rumah beliau yang ada di Sawahlunto. Begitupun dengan Rasuna Said, beliau adalah perempuan pertama yang terkena Speech Delik pada zaman penjajahan belanda. jadi memang betul sekali bahwa Sumbar memang merupakan daerah supplier tokoh-tokoh hebat,” ungkapnya.
Anies juga mendorong pers, termasuk pers di Sumbar untuk turut mendorong dan terlibat aktif dalam upaya menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya. Terutama dalam mengambil andil pada pemilihan presiden atau pun kepala daerah pada 2024 mendatang. “Sebaiknya, rekan-rekan media membantu merumuskan empat hal dari situasi Indonesia saat sekarang ini. Pertama, apa yang harus diteruskan dari kondisi saat ini? kedua, apa yang harus dikoreksi? ketiga, apa yang harus diubah? lalu yang keempat, hal baru apa yang harus dan pantas kita lakukan selanjutnya,” kata Anies.
Ia menyebut, keempat pertanyaan mendasar tersebut perlu dirumuskan dan dilemparkan kepada publik oleh insan pers. Sebab menurut dia, berkaca dari pengalamannya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, pers memiliki peran yang cukup besar dalam melemparkan wacana-wacana perubahan kepada public. “Pers memiliki peranan yang maha penting untuk mendorong dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi ke depannya.
Antusias Warga Energi Bagi Anies
Ketua DPW NasDem Sumbar, Fadly Amran, menilai, kedatangan Anies Baswedan seolah mendapat energi baru dan tampak tadi energi masyarakat sungguh luar biasa. “Dieluk-elukan masyakarat adalah amunisi atau suntikan bagi Anies Baswedan dari Ranah Minang,” ujarnya Fadly.
Pun demikian, pertemuan dengan beberapa kelompok relawan Anies Baswedan. Saat itu, Anies mengatakan kepada relawan, “Ternyata di Ranah Minang ini memang beda suasananya. Luar biasa, sejak kami datang di Bandara, kemudian ke INS Kayutanam, kemudian ke Diniyah Putri Padangpanjang. Dan tadi pagi, Padang diguyur hujan tapi semangat tak redam!”
“Saya sampaikan bahwa saya lihat ibu-ibu tadi datang bawa payung, berarti sudah hujan sebelum keluar rumah. Iya kan? Kalau tidak bawa payung, artinya sudah sampai di lokasi, baru hujannya turun. Jadi, apa masalahnya dengan air, hadapi saja. Jadi semangatnya relawan di Sumatera Barat ini memang luar biasa,” lanjut Anies.
Terpisah, Bendahara DPD NasDem Sumbar, Brian Putra Bastara, menilai kehadiran Anies Baswedan dan melihat antusiasnya kecintaan warga simpatisan dan pendukungnya di Sumatera Barat menjadi energi juga bagi NasDem Sumbar dan Anies Baswedan. “Insya Allah, kecintaan warga simpatisan dan pedukung menjadi energi bagi kita semua,” ujarnya. (*/red)













