Internasional

Salah Tembak di Tengah Perang, Tiga F-15 AS Jatuh Dihantam Pertahanan Kuwait

192
×

Salah Tembak di Tengah Perang, Tiga F-15 AS Jatuh Dihantam Pertahanan Kuwait

Sebarkan artikel ini
Jatuh
Salah Tembak di Tengah Perang, Tiga F-15 AS Jatuh Dihantam Pertahanan Kuwait

KUWAIT, ONtime.ID — Operasi militer Amerika Serikat ke Iran memakan korban baru. Tiga jet tempur F-15 milik Angkatan Udara AS dilaporkan jatuh setelah secara keliru ditembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait saat menjalankan misi tempur menuju wilayah Iran.

United States Central Command (Centcom) mengonfirmasi insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya, Centcom menyebut ketiga jet itu “secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait” dalam situasi operasi yang berlangsung sangat cepat dan tegang.

Enam awak pesawat dilaporkan berhasil melontarkan diri sebelum pesawat menghantam daratan. Mereka telah dievakuasi dan disebut dalam kondisi stabil. Foto-foto yang beredar memperlihatkan satu jet terbakar jatuh dari langit Kuwait, sementara seorang pilot tampak melayang dengan parasut di udara gurun.

[irp posts=”34363″ ]

Insiden salah tembak ini terjadi di tengah konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran yang meletus akhir pekan lalu, dengan keterlibatan Israel sebagai sekutu utama Washington. Serangan gabungan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah petinggi militer Teheran.

Militer AS juga mengumumkan bahwa jumlah personel yang tewas sejak awal operasi terhadap Iran kini meningkat menjadi empat orang. Rincian identitas dan lokasi kematian belum diungkapkan secara lengkap.

Di sisi lain, Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan beberapa negara Teluk. Eskalasi cepat ini memperluas radius konflik dan meningkatkan risiko salah identifikasi target di kawasan yang padat dengan sistem pertahanan udara berbagai negara.

Pernyataan Presiden Donald Trump justru menambah kontroversi. Dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Sabtu malam (28/2), Trump menyebut kematian Khamenei dapat membuka jalan menuju diplomasi. “Jauh lebih mudah sekarang daripada sehari yang lalu,” ujarnya ketika ditanya soal peluang solusi diplomatik.

[irp posts=”34360″ ]

Namun fakta di lapangan menunjukkan gambaran berbeda. Salah tembak terhadap tiga F-15—di luar wilayah Iran dan oleh negara mitra keamanan AS—menggambarkan betapa rentannya koordinasi militer di tengah perang yang meluas. Kesalahan identifikasi di ruang udara Teluk bisa berujung fatal, tidak hanya bagi militer, tetapi juga bagi stabilitas kawasan.

Insiden ini menjadi alarm keras bahwa konflik yang bergerak cepat dan melibatkan banyak aktor bersenjata canggih berisiko melahirkan tragedi lanjutan—bahkan dari pihak sekutu sendiri. Di tengah klaim peluang diplomasi, realitas di udara menunjukkan bahwa perang yang tak terkendali kerap lebih dulu berbicara lewat puing-puing yang berjatuhan. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID