Padang

Semen Padang Tebar 4.000 Bibit Ikan Bilih

358
×

Semen Padang Tebar 4.000 Bibit Ikan Bilih

Sebarkan artikel ini
semen
GUBERNUR Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Plt Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar dan Rektor UBH, Tafdil Husni menebar hasil pembenihan ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Senin (21/3).

PADANG, ONTIME.ID—Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi PT Semen Padang yang telah sukses mengkonservasi ikan bilih Danau Singkarak.

Kesuksesan tersebut dibuktikan dengan penebaran 4.000 ekor ikan bilih hasil pembenihan yang dilakukan PT Semen Padang ke habitatnya di Danau Singkarak.

“Saya salut dan apresiasi PT Semen Padang. Saya menilai PT Semen Padang tidak hanya sukses memproduksi semen, tapi juga sukses mengkonservasi ikan bilih Danau Singkarak,” kata Mahyeldi saat acara penebaran hasil pembenihan ikan bilih ke habitatnya di Danau Singkarak, Senin (21/3).

Penebaran hasil pembenihan ikan bilih tersebut dilakukan di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar. Selain gubernur, penebaran ikan endemik Danau Singkarak itu juga dilakukan oleh Plt Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar dan Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Tafdil Husni.

Acara penebaran ikan bilih itu juga dihadiri Staf Khusus Menteri Investasi, Isnaldi; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti; Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar, Suhermen; Camat Batipuh Selatan, Benny Yohendri; dan Wali Nagari Sumpur, Ade Hendrico Datuk Sari Pado Nan Ketek.

Mahyeldi menyebut, konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya ikan bilih Danau Singkarak yang terancam punah akibat ekploitasi yang dilakukan para nelayan. Dia berharap, penebaran ikan bilih ke habitatnya ini dapat mendukung ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan.

Namun begitu, ia meminta seluruh nelayan Danau Singkarak untuk tidak lagi mengeksploitasi ikan bilih secara masif. Menurunnya, populasi ikan bilih disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran yang dilakukan para nelayan dengan menggunakan alat tangkap yang mengancam kelangsungan hidup anakan ikan bilih.

Plt Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar mengatakan, penebaran hasil pembenihan ikan bilih oleh PT Semen Padang ke habitatnya ini dilakukan dalam rangka HUT ke-112 PT Semen Padang. Kemudian, terkait konservasi ikan bilih dilakukan perusahaan, karena ikan bilih ini menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Danau Singkarak.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, populasi ikan bilih ini semakin menurun karena berbagai hal. Sebagai perusahaan peduli pada kelestarian lingkungan, PT Semen Padang mencoba untuk mengkonservasi ikan bilih. Bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), konservasi ikan bilih dilakukan di area Kanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang.

“Kegiatan konservasi dimulai tahun 2018 dengan berbekal benih lebih kurang sebanyak 1.300 ekor. Alhamdulillah, ikan bilih dapat hidup dan berkembang biak. Bahkan indukan bilih yang kita pelihara ukurannya besar, ada yang mencapai 15 cm. Tentunya ini merupakan keberhasilan yang sungguh membahagiakan dan membanggakan,” katanya.

Program konservasi ikan bilih akan terus dilakukan, termasuk penebaran ikan bilih ke habitat Danau Singkarak yang juga terus dilakukan secara berkala. PT Semen Padang menargetkan pada tahun 2025, ikan bilih yang dikonservasi tidak hanya dikembalikan ke habitat Danau Singkarak, tapi juga bisa dikembangkan ke habitat baru.

Namun begitu, pihaknya terus berharap dukungan dari UBH. Lantaran berkat dukungan UBH inilah konservasi ikan bilih Danau Singkarak bisa berjalan sukses, sesuai dengan ekspektasi PT Semen Padang sebagai perusahaan semen yang peduli terhadap lingkungan, termasuk ikan bilih di Danau Singkarak.

Sementara itu, Rektor UBH, Tafdil Husni mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah melibatkan UBH dalam konservasi ikan bilih. Bagi UBH sendiri, keterlibatan dalam konservasi ikan bilih murupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap sinergi UBH, khususnya LPPM melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan PT Semen Padang ini dapat terus berlanjut dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti masyarakat nelayan di Danau Singkarak ini.

“Di Sumbar, hanya UBH yang memiliki Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Fakultas ini tentunya menjadi potensi bagi UBH untuk pemberdayaan masyarakat nelayan di Danau Singkarak. Seperti konservasi ikan bilih bersama PT Semen Padang ini, misalnya, dapat memberikan manfaat dalam pemberdayaan masyarakat,” katanya. (red)