Peristiwa

Solidaritas untuk Korban Gempa Cianjur

530
×

Solidaritas untuk Korban Gempa Cianjur

Sebarkan artikel ini
gempa
Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar  menggalang bantuan berupa 10 ton rendang yang akan disalurkan bagi para korban terdampak gempa

PADANG, ONTIME.ID — Berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan di Sumatra Barat (Sumbar) menggalang bantuan untuk korban gempa Cianjur Jawa Barat sebagai bentuk solidaritas.

Sementara itu jumlah korban meninggal akibat gempa M5,6 juga terus bertambahan.

 

Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar  menggalang bantuan berupa 10 ton rendang yang akan disalurkan bagi para korban terdampak gempa. LKAAM pun juga telah membuka posko untuk menerima bantuan yang akan disalurkan.

 

“Sampai beberapa hari ke depan, kita akan mengumpulkan bantuan 10 ton rendang yang akan disalurkan bagi saudara -saudara kita yang terdampak gempa di Cianjur,” ujar Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati, Selasa (22/11).

 

Mantan Wali Kota Padang dua periode ini mengungkapkan, bantuan berupa 10 ton rendang ini, direncanakan akan diberangkatkan via udara menuju Cianjur dengan menggunakan pesawat Hercules pada tanggal 30 November mendatang.

 

“Alhamdulillah, setelah berkomunikasi dengan Komandan Lanud Sutan Sjahrir, beliau menyatakan siap untuk membantu penyaluran bantuan 10 ton rendang dengan menggunakan pesawat Hercules dari Padang,” ucapnya.

 

Ia menuturkan, penggalangan bantuan bagi korban gempa Cianjur, merupakan bentuk solidaritas masyarakat Minang terhadap bencana gempa  yang telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia tersebut.

 

Apalagi menurutnya, saat Kota Padang dan Sumbar dilanda gempa pada tahun 2007 dan tahun 2009 lalu, bantuan dan perhatian serupa juga pernah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada masyarakat Sumbar yang saat itu tengah berduka akibat bencana.

 

“Sebetulnya tidak hanya bagi korban gempa Cianjur. Dalam bencana-bencana yang terjadi sebelumnya seperti di Palu atau di daerah lainnya, masyarakat Minang juga pernah menyalurkan bantuan berupa rendang seperti saat ini,” ungkapnya.

 

Fauzi Bahar  juga menyebutkan, dalam penggalangan bantuan ini, dirinya juga berharap agar setiap masyarakat Minang maupun para perantau bisa terlibat dan ambil bagian untuk meringankan bantuan bagi para korban gempa Cianjur.

 

“Kita menerima bantuan dalam bentuk uang maupun rendang siap saji  dari masyarakat Minang maupun para perantau. Jika tidak ada halangan,  kita bahkan merencanakan akan menggelar kegiatan memasak rendang bersama yang akan kita salurkan bagi para korban gempa Cianjur ini di halaman Kantor LKAAM Sumbar,” tutupnya.

Bantuan yang sama juga akan dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar. “Yang namanya darurat tentu butuh makanan. Rendang Insyaallah akan kita kirimkan untuk saudara kita yang terkena musibah,” ujar Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi.

 

Data yang dihimpun dari OPD dan lingkup Pemprov Sumbar, hingga kini sudah terkumpul 260 kg rendang. Lazimnya, Sumbar akan mengirim rendang ke lokasi bencana jika angkanya minimal sudah 1 ton. Pengiriman bantuan makanan berupa rendang, telah beberapa kali dilakukan Pemprov Sumbar. Hal ini merupakan wujud solidaritas dari Ranah Minang terhadap para korban bencana alam yang terjadi di Indonesia.

 

Korban Terus Bertambah

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan, data per Selasa (22/11) petang tercatat korban tewas akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, berjumlah 268 orang. “Korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268. Data ini akan diperbarui secara berkala,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers daring.

 

Ia mengatakan, korban tewas yang telah teridentifikasi berjumlah 122. Proses identifikasi masih terus dilakukan. “Kami akan dalami lebih lanjut. Bisa saja yang masih hilang pencairan sebagian ada dalam data 268 yang belum teridentifikasi. Kan teridentifikasi 122 jenazah,” ujar

 

Selain itu, dari data yang diperoleh BNPB, ada1.083 orang yang mengalami luka dan mengungsi 58.362 orang Kemudian rumah rusak berat mencapai 6.570 unit. rumah rusak sedang 2.071 unit, dan rusak ringan 12.641 unit. “Sisanya semuanya masih terus kita laksanakan pendataan,” kata Suharyanto.

 

Suharyanto menyampaikan, ada 12 kecamatan yang terdampak gempa Cianjur. Adapun 12 kecamatan tersebut, yaitu Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Warungkondang, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Sukaresmi, Bojong Picung, Cikalong Kulon, Sukaluyu, Pacet, dan Gekbrok. “Dari 12 kecamatan, masing-masing kecamatan sudah berdiri tempat pengungsian,” ujar Suharyanto. (*/red)