Padang

Sosialisasi Empat Pilar, Irman Gusman Gaungkan Semangat Kebangsaan Lewat Nilai Budaya Minangkabau

325
×

Sosialisasi Empat Pilar, Irman Gusman Gaungkan Semangat Kebangsaan Lewat Nilai Budaya Minangkabau

Sebarkan artikel ini
Irman

PADANG, ONtime.ID — Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatra Barat, Irman Gusman, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kampus Metamedia, Sabtu 14 Juni 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya generasi muda dan tokoh-tokoh adat dan budaya di Ranah Minang.

Dengan menggandeng Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, sosialisasi ini juga melibatkan para mahasiswa, tokoh-tokoh budaya, serta sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai lapisan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, pimpinan kampus, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Senator Irman Gusman dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui jalur pendidikan, budaya, dan dialog antar generasi. Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan ideologis dan konstitusional bangsa Indonesia.

Menyatukan Kearifan Lokal dan Pilar Kebangsaan

Dalam sambutannya, Irman Gusman menyampaikan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki filosofi hidup yang sangat selaras dengan nilai-nilai dasar kebangsaan. Prinsip-prinsip adat seperti “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” serta mekanisme musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan, merupakan wujud konkret dari nilai Pancasila yang telah lama hidup dalam masyarakat.

“Minangkabau adalah salah satu daerah yang paling kuat mempertahankan adat dan kearifan lokal. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak bertentangan, bahkan sangat relevan dengan budaya kita. Melalui sosialisasi ini, kita ingin membumikan kembali semangat kebangsaan dengan merujuk pada akar budaya kita sendiri,” jelas Irman.

Ia menekankan bahwa di tengah dinamika globalisasi dan arus informasi yang deras, generasi muda harus diperkuat identitas kebangsaannya agar tidak terombang-ambing oleh ideologi asing yang dapat melemahkan persatuan.

Peran Mahasiswa dan Tokoh Budaya

Para mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari paparan materi, diskusi interaktif, hingga sesi refleksi nilai kebangsaan dalam konteks lokal. Sosialisasi ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa peran mereka sebagai agen perubahan tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mendalam terhadap identitas nasional dan nilai luhur budaya.

Ketua LKAAM Sumbar, menyampaikan pentingnya membangun sinergi antara tokoh adat dan kaum intelektual muda. Menurutnya, pelestarian nilai-nilai kebangsaan hanya bisa berhasil apabila dijalankan secara kolaboratif antara generasi tua dan muda.

“Anak muda Minangkabau harus menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka. Tapi akar mereka adalah budaya dan nilai-nilai adat yang harus mereka bawa ke mana pun mereka pergi,” ujar Ketua LKAAM.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat yang turut hadir dalam acara ini menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga legislatif, perguruan tinggi, dan organisasi adat merupakan kunci utama dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keutuhan bangsa melalui pendekatan budaya.

“Pilar kebangsaan tidak hanya bisa diajarkan lewat buku. Ia harus dirasakan dan dihidupkan dalam praktik sosial masyarakat. Acara ini adalah contoh konkret bagaimana nilai kebangsaan bisa dijelaskan melalui bahasa yang dimengerti oleh semua kalangan,” ujarnya.

Menjawab Tantangan Zaman

Dalam forum diskusi, muncul berbagai pandangan dan pertanyaan dari mahasiswa yang menyoroti kondisi kebangsaan saat ini. Beberapa peserta mempertanyakan bagaimana Empat Pilar dapat dijadikan benteng menghadapi tantangan modern seperti radikalisme, hoaks, disinformasi, hingga degradasi moral di kalangan muda.

Menanggapi hal ini, Irman Gusman menjelaskan bahwa Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan bukan hanya teori, tetapi harus dijadikan pedoman hidup. Ia mencontohkan bagaimana nilai gotong royong dan toleransi dapat menjadi kekuatan sosial di tengah masyarakat yang mulai terpecah oleh isu-isu sektarian.

“Kita tidak boleh lengah. Saat ini kita tidak sedang berperang secara fisik, tetapi ideologi, budaya, dan informasi. Maka dari itu, kita harus kembali ke jati diri bangsa yang sudah diwariskan para pendiri negara,” pungkasnya.

Komitmen Lanjutan

Menutup acara, Senator Irman Gusman menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai daerah, terutama di lingkungan kampus dan komunitas adat, guna memperluas pemahaman dan implementasi Empat Pilar Kebangsaan secara berkelanjutan.

Sosialisasi ini juga menjadi simbol penting bahwa semangat kebangsaan tidak boleh padam di tengah kemajuan zaman. Justru dengan pendekatan lokal dan budaya, nilai-nilai nasional akan lebih mudah diterima dan diinternalisasi oleh masyarakat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID