SUMBAR

Sumbar Bakal Punya 2 “Sirip” Tol Trans Sumatera

313
×

Sumbar Bakal Punya 2 “Sirip” Tol Trans Sumatera

Sebarkan artikel ini
sumbar
GUBERNUR Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

PADANG, ONTIME.ID—Sumatera Barat (Sumbar) bakal memiliki dua ruas “sirip” jalan tol yang terhubung ke Tol Trans Sumatera. Keduanya adalah ruas tol Padang-Pekanbaru dan ruas tol Solok Selatan-Rengat.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, tol Padang-Pekanbaru di wilayah Sumbar sedang dalam proses pembebasan lahan. Saat ini progres untuk Seksi I Padang-Sicincin sudah mencapai 81 persen.

Ruas tol lain yang sudah dalam perencanaan adalah ruas Solok Selatan-Rengat yang awalnya diusulkan oleh Bupati Dharmasraya. Mahyeldi menyebut, untuk Tol Padang-Pekanbaru, pihaknya sudah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono untuk melaporkan progres pembebasan lahan yang sudah rampung hingga 81 persen.

“Kami sudah memasukkan surat resmi meminta Menteri PUPR untuk memerintahkan kelanjutan pembangunan di ruas itu, dan langsung ditanggapi,” ujarnya, kemarin.

Dari 81 persen lahan yang telah berhasil dibebaskan tersebut, terdapat sekitar 20 km yang berada dalam satu hamparan. Artinya, tidak tersebar dalam titik-titik terpisah seperti sebelumnya, sehingga kontraktor sudah bisa bekerja. “Untuk sisanya, 19 persen lahan akan selesai dibebaskan pada Desember 2022,” katanya.

Sementara untuk ruas Solok Selatan-Rengat, awalnya diusulkan oleh Bupati Dharmasraya. Usulan awal itu adalah ruas Dharmasraya-Rengat. Namun, karena potensi ekonomi yang luar biasa, maka dalam pertemuan dengan Menteri PUPR diputuskan pembangunan tol dari Solok Selatan-Rengat. “Menteri PUPR sudah berjanji untuk memasukkan rencana itu dalam RPJMN 2024-2029,” kata Mahyeldi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Medi Iswandi mengatakan, saat pembangunan rampung nanti, Sumatera akan terhubung oleh Jalan Tol Trans Sumatera mulai dari Aceh hingga Lampung. Hanya ada dua provinsi yang tidak dilewati oleh jalan tol, yaitu Sumbar dan Bengkulu.

Ia menilai, jalan tol adalah urat nadi perekonomian yang akan menjadi salah satu faktor utama untuk perkembangan daerah. Sumbar bisa jauh tertinggal dari provinsi tetangga yang dilewati tol bila tidak dicarikan solusi konkret. Solusi itu adalah pembangunan sirip tol dari Sumbar ke jalur utama Tol Trans Sumatera. “Jika dua sirip tol di Sumbar ini terealisasi, akan sangat besar pengaruhnya bagi perekonomian Sumbar,” ujarnya.

Ia optimis ruas tol Solok Selatan-Rengat bisa lebih cepat proses pembangunannya karena sebagian besar lahan yang akan dilewati berada dalam HGU perusahaan. “Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tersebut juga sangat membutuhkan akses tol. Oleh karena itu, prosesnya tentu akan lebih mudah,” katanya. (*/red)