PASBAR, ONTIME.ID-Wilmar Group ikut pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Pasaman Barat.
Wilmar Group yang terdiri dari PT. AMP Plantation, PT. PMJ, PT. PHP dan PT. GMP ikut pemerintah daerah membantu Rp101.308.000 untuk empat penerima manfaat yang diserahkan secara simbolis Senin (22/1) di halaman kantor bupati setempat.
Total anggaran Rp101.308.000 masing-masing dengan layanan renovasi rumah tidak layak huni, sertifikasi lahan, penyediaan fasilitas buang air besar, penyediaan sumber air minum, sambungan listrik PLN dan kompor berserta regulator dan tabung gas untuk bahan bakar memasak.
Bantuan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk pelibatan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit untuk terlibat aktif dalam isu penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Upaya ini dalam rangka memperkuat kolaborasi pemerintah daerah bersama perusahaan untuk mencapai target penyelesaian kemiskinan pada angka 6,65 persen, angka prevalensi stunting menjadi 14,00 persen dan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0,00 persen pada tahun 2024.
Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemiskinan masih menjadi salah satu masalah utama di negeri ini dan membutuhkan penanganan secara tepat dan cepat dengan pendekatan yang sistemik, terpadu dan menyeluruh.
Hal ini untuk mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak melalui pembangunan yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan untuk mewujukan kehidupan yang bermartabat.
Upaya dalam percepatan penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan langkah-langkah koordinasi secara terpadu lintas pelaku dalam penyiapan perumusan dan penyelenggaraan kebijakan penanggulangan kemiskinan.
Sehingganya, untuk melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan diperlukan upaya penajaman yang meliputi penetapan sasaran, perancangan dan keterpaduan program, monitoring dan evaluasi serta efektivitas anggaran.
“Pekerjaan ke depan, harus berdasarkan data yang ada, sehingga menyasar kepada sasaran prioritas. Kemiskinan ekstrem merupakan sasaran prioritas yang harus dikejar, sehingga dapat mengangkat status kesejahteraannya,”katanya.
Pada tahun 2022, angka kemiskinan Pasaman Barat masih tercatat sebesar 6,93 persen setara dengan 32.910 jiwa (BPS 2023), sedangkan angka kemiskinan ekstrem masih tercatat sebesar 0,76 persen setara dengan 3.588 jiwa (Kepmenko PMK, 2023).
Dalam sambutan lanjutannya, Hamsuardi menyampaikan juga terkait isu stunting yang harus menjadi perhatian.
Berdasarkan data e-PPGBM Februari 2023, terdapat 5.438 balita stunting di Pasaman Barat. Berdasarkan publikasi SSGI tahun 2023, angka prevalensi stunting Pasaman Barat berada pada angka 35,5 persen.
Pemeritah daerah telah memadankan data e-PPGBM Dinas Kesehatan dan P3KE Kemenko PMK, dimana tahun 2022 terdapat 38 balita yang tinggal dirumah yang tidak layak huni, 133 balita tidak memiliki akses terhadap jamban layak, 115 balita tidak memiliki sumber air minum layak, 61 balita tidak memiliki sumber penerangan listrik PLN, 79 balita masih tinggal bersama orang tua yang memasak menggunakan arang/kayu.
Perwakilan Wilmar Group yang disampaikan oleh Revi Muhardi menyatakan ikut program pemerintah karena memiliki keyakinan bahwa pemerintah saat ini memiliki visi dan misi dan program yang jelas untuk penanggulangan kemiskinan.
Percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Dengan metode penyajiaan data yang jelas, verifikasi dan validasi terbuka di lapangan, dan tentunya saling berbagi data secara terbuka untuk meningkatkan transparansi publik.
Wilmar group berkomitmen untuk meningkatkan anggaran ke depannya, setelah pengerjaan kegiatan ini dan evaluasi yang dilaksanakan dapat memberikan dampak maksimal terhadap penerima manfaat.(ows)













