Kab. Pasaman Barat

Tebing Batang Pasaman Terus Tergerus Ketika Hujan

518
×

Tebing Batang Pasaman Terus Tergerus Ketika Hujan

Sebarkan artikel ini
Pasaman
Gerusan air sungai yang terus bertambah, apalagi musim hujan.

PASBAR, ONTIME.ID – Tebing di sepanjang Sungai Batang Pasaman tepatnya di Jorong Pasie Bintungan, Nagari Aia Gadang Selatan, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), semakin hari terus runtuh akibat tergerus sungai. 

 

Akibatnya, tiga unit rumah warga terancam ambruk hanya sekitar 3 atau 1 meter. Selain itu ada sekitar 5-10 rumah warga lebih kurang 10 meter juga ikut ambruk, selain rumah warga, jalan lintas nasional juga menjadi sasaran gerusan air sungai itu.

 

“Kita semua warga di sini menjadi cemas. Tidur tidak nyaman lagi karna setiap malam mendengar tabing runtuh, selama 3 minggu ini air sungai sering besar,” kata warga yang rumahnya sudah dekat dibibir sungai, Nahar (48) bersama Narianti (45), Jum’at (15/12).

 

Ia mengatakan, ambruknya rumah warga yang pertama sudah hampir 3 tahun yang lewat yang tergerus arus sungai dan sampai saat ini terhitung sudah enam rumah warga yang runtuh akibat tergerus arus sungai.

 

Lihat saja kondisinya sudah mengkhawatirkan. Terkadang jika kondisi air lagi tinggi dan hujan deras apalagi malam hari tidur tidak nyaman dan dihantui dengan mendengar runtuhnya tebing dipinggir sungai itu.

 

“Sudah ada 6 rumah yang amblas akibat derasnya gerusan air sungai yang diakibatkan abrasi sungai tersebut. Sekarang rumah milik kita sudah dekat dengan bibir sungai, bagaimana buat kita nyaman saat ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Sementara, Taimar (53) warga rumahnya sudah dekat bibir sungai itu, mengatakan akhir-akhir hujan terus menerus dan air sungai sering besar dan hantaman arus sungai kuat dekat rumahnya.

 

“Sama-sama kita lihat sekarang rumah saya sudah dekat dengan bibir sungai. Satu petak rumah bagian belakang sudah dirobohkan, dan 2 makam dekat rumah sudah kita pindahkan,” katanya.

 

Ia menambahkan, meski telah terdapat pancang penahan tebing yang dibangun pemerintah, namum panjangnya tak berimbang dengan panjang aliran sungai batang pasaman.

 

“Kondisi tersebut tentunya dikhawatirkan warga yang rumahnya berada di pinggir bantaran sungai. Pancang penahan tebing ini paling memiliki panjang sekitar 30 meter. Padahal aliran sungai ini panjangnya sekitar 500 meter,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan tergerusnya tanah di bantaran sungai batang pasaman itu sebenarnya sudah terjadi sejak 3 tahun yang lalu. “Setiap musim penghujan, ketinggian air sungai naik. Arusnya deras. Sedikit demi sedikit tanah di pinggirannya amblas,” ujarnya.

 

Ia berharap kepada pemerintah daerah, provinsi maupun pusat agar penahan tebing di sepanjang aliran sungai tersebut agar cepat dibangun. Selain rumah warga jalan lintas nasional juga akan terancam putus. (ows)