Pendidikan

Unand Kukuhkan Tiga Guru Besar

250
×

Unand Kukuhkan Tiga Guru Besar

Sebarkan artikel ini
Unand
Sivitas akademika Unand foto bersama dengan guru besar yang dikukuhkan

PADANG, ONTIME.ID—Tiga orang guru besar baru Universitas Andalas (Unand) dikukuhkan pada Senin (19/9) di Convention Hall.

Tiga orang guru besar tersebut diharapkan terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya baru yang berguna bagi masyarakat.

“Guru besar yang kita kukuhkan ini, kita harapkan bisa menghasilkan karya-karya lain. Kelembagaan menunggu dan silahkan dilanjutkan kembali penelitian yang menghasilkan karya-karya baru, dan lembaga pasti akan mendukung semaksimal mungkin,”ujar Rektor Unand Yuliandri.

Yuliandri mengatakan pengukuhan ini merupakan lanjutan dari proses akademik yang telah mereka lakukan dan ini juga merupakan tradisi akademik kita di Unand. “Ini juga merupakan rangkuman atau klimaks dari penandaan hasil penelitian yang telah mereka lakukan dengan cara orasi ilmiah seperti saat ini,” ujarnya.

Tiga guru besar yang dikukuhkan adalah Profesor Dr. Ir. Anwar Kasim dengan orasi ilmiah yang berjudul Gambir: Tanaman dari Masa Lalu dan Bahan Baku Industri Masa Datang. Profesor Anwar Kasim dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Teknologi Pertanian.

Profesor. Dr. Ir. Rina Yenrima, Msi dengan orasi ilmiah yang berjudul Pengendalian Hiperuresemia dan Arthritis Gout dengan Membatasi Konsumsi ‘High Purine Foods’ dan Kandungan Purin Masakan Khas Sumatera Barat.” Rina Yenrima dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Teknologi Pangan dan Gizi.

Profesor Tuty Anggraini, STP, MP, Ph.D orasi ilmiahnya berjudul “Potensi Teh (Camellia sinensis) Sumatera Barat Sebagai Antioksidan Serta Pengaruh Keberadaan Anthraquinone Sebagai Kontaminan. Tuty Anggraini  dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Teknologi Hasil Kebun.

“Pengukuhan ini merupakan lanjutan dari proses akademik yang telah mereka lakukan dan ini juga merupakan tradisi akademik kita di Unand. Ini juga merupakan rangkuman atau klimaks dari penandaan hasil penelitian yang telah mereka lakukan dengan cara orasi ilmiah seperti saat ini,” ujarnya. (*/vand)