PADANG, ONTIME.ID – Mengembangkan sektor SDM, Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan kerja sama di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kerja sama tersebut diawali penandatanganan MoU atau Nota Kesepahaman, Rabu (13/3) di Aula Bapedda di Tua Pejat.
Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph. D dalam sambutannya mengatakan, ada tiga tujuan dari UNP, pertama rencana kerja sama pembukaan 3 Prodi PSDKU, kemudian terkait dengan pelaksanaan UTBK SNPMB 2024 yang akan digelar langsung di Mentawai serta bersilaturrahmi dengan warga Mentawai.
“UNP akan turut membantu pengembangan SDM di daerah ini, makanya dengan kapasitas PTNBH UNP akan mudah membangun sektor pendidikan,” ujar rektor.
Sementara itu, Pejabat Bupati Kepulauan Mentawai Fernando Jongguran Simanjutak, MPI mengucapkan terimakasih dengan akan hadirnya UNP di Mentawai.
“Segala sesuatunya kita siapkan demi hadirnya Kampus UNP di daerah kita ini. Komitmen kita bersama UNP kita kuatkan SDM dan pembangunan mental untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Pada agenda ini, dari UNP ikut hadir WR I Dr. Refnaldi, M. Litt, WR IV Prof. Dr. Yasri, M. S, Sekretaris Universitas Dr. Erianjoni, M. Si, Kepala LPPM Prof. Dr. Anton Komaini, M. Pd, Dekan FIP Prof. Dr. Afdal, M.Pd Kons, Dekan FT Ir. Krismadinata, Ph.D, Dekan FIK Prof. Dr. Nurul Ihsan, M. Pd, dan Direktur Perencanaan dan Kerja sama Yusrizal, M. Pd serta Kasubdit Perencanaan Dodi Martananda, M.Pd.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Prof. Ganefri, Ph.D yang juga sebagai Ketua Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024 melakukan peninjauan ke Labor Komputer SMAN 2 Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Tim IT SNPMB Kemendikbud Ristekdikti dan Tim UPT LDIK UNP.
Di lokasi, ia melihat kertersediaan jaringan internet, kesiapan komputer dan sarana prasarana pendukung lainnya.
“Tahun ini pelaksanaan SNPMB dengan jalur SNBP akan digelar juga di daerah terpencil, untuk memberi kemudahan bagi peserta UTBK untuk mengikuti seleksi ini, selain di Mentawai juga UTBK akan digelar di Kepulauan Mentawai (Sipora dan Siberut), Pulau Nias, Kepulauan Anambas, Sulawesi dan Maluku Utara. Artinya panitia akan berikan akses ke wilayah-wilayah yang sulit akses ke PTN terdekat untuk lokasi ujiannya,” tutrnya. (vand)













