PADANG, ONTIME.ID — Penemuan sejumlah jejak telapak kaki dan bangkai seekor anjing yang diduga diterkam oleh Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di sebuah ladang, menggegerkan warga Bukit Gompong, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Guguak, Kabupaten Solok Selasa (24/1) kemarin.
Peristiwa tersebut menjadi viral di dunia maya usai diunggah sebuah akun facebook yang berisi peringatan kepada warga yang ada di daerah tersebut agar berhati-hati. Sebab satwa buas jenis Harimau Sumatera diperkirakan masih berkeliaran di areal tersebut
“Untuk masyarakat yang berladang di Kampung Jawa, Jorong Bukit Gompong, Nagari Koto Gadang Guguk, untuk berhati-hati, karna telah ditemukan jejak harimau,” tulis akun Facebook, Rozy Phalanta.
Dikonfirmasi mengenai video temuan jejak kaki diduga milik Harimau Sumatera tersebut, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Andi Andono, mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi temuan jejak kaki Harimau Sumatera tersebut.
“Tim kita memang sudah di lokasi bersama masyarakat sejak kemarin. Tindakan selanjutnya akan dilakukan sebagaimana SOP (Standar Operasi Prosedur) yang berlaku,” ujarnya kepada media Rabu (25/1).
Adapun SOP berlaku yang telah dilakukan oleh tim dari BKSDA Sumbar dalam menyikapi peristiwa itu sejauh ini, kata Ardi Andono, diantaranya adalah melakukan identifikasi jejak dan pemetaan jalur perlintasan Harimau Sumatera di kawasan tersebut
“Kita juga telah mensosialisasikan apa yang harus dilakukan warga untuk mengantisipasi terjadinya konflik Harimau dan Manusia, memasang kamera trap dan mengimbau masyarakat untuk menggiatkan ronda penjagaan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, untuk sementara waktu, guna meminimalisir terjadinya konflik antara satwa bernama latin Panthera Tigris Sumatrea tersebut dengan manusia, Ardi juga mengimbau agar masyarakat untuk menghindari bepergian ke ladang sendirian.
Selain itu, menurutnya, hendaknya masyarakat yang ada disekitaran lokasi, membatasi jam aktivitas di ladang hanya pada pukul 07.00 WIB pagi hingga pukul 15.00 WIB sore saja.
“Intinya hindari berada di ladang sampai terlalu larut malam atau gelap. Kita juga mengimbau masyarakat untuk melakukan ronda serta menyalakan bunyi-bunyian dengan meriam atau petasan bersama dengan petugas BKSDA,” ungkapnya.
Ardi juga mengimbau agar masyarakat untuk memasang lentera ataupun menyalakan api di sekitar areal ladang saat malam hari. Sehingga dengan adanya nyala api, diharapkan harimau Sumatra semakin menjauh dari areal ladang.
“Kita juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak meninggalkan hewan ternak ataupun anjing peliharaan di dalam kebun. Karena kondisi itu bisa memancing kedatangan Harimau Sumatera,” terangnya.
Sedangkan mengenai, adanya laporan warga terkait dengan adanya penemuan sejumlah bangkai anjing yang mati dengan kondisi bangkai yang masih utuh, Ardi menilai bahwa hal itu merupakan hal yang wajar dan normal. “Hal itu wajar saja. Sebab anjing dengan Harimau pada dasarnya sama-sama predator. Makanya bangkainya tetap utuh dan tidak dimakan,” tutupnya. (*/red)
TEKS FOTO : IST













