Peristiwa

Warga Guguak Solok Digegerkan Kehadiran Harimau Sumatera

445
×

Warga Guguak Solok Digegerkan Kehadiran Harimau Sumatera

Sebarkan artikel ini
harimau
Seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) jantan, yang diberi nama Suro, kembali ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Sabtu (13/3/2021). Pelepasliaran Suro yang berusia sekitar 5 – 6 tahun, dan berat badan kurang lebih 100 kg ini, menambah populasi Harimau Sumatera di alam.

PADANG, ONTIME.ID — Penemuan sejumlah  jejak telapak kaki dan bangkai seekor anjing yang diduga diterkam oleh  Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di sebuah ladang, menggegerkan warga  Bukit Gompong, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Guguak, Kabupaten Solok Selasa (24/1) kemarin.

 

Peristiwa tersebut menjadi viral di dunia maya usai diunggah sebuah  akun facebook yang berisi  peringatan kepada warga yang ada di daerah tersebut agar berhati-hati. Sebab satwa buas jenis Harimau Sumatera diperkirakan masih berkeliaran di areal tersebut

 

“Untuk masyarakat yang berladang di Kampung Jawa, Jorong Bukit Gompong, Nagari Koto Gadang Guguk, untuk berhati-hati, karna telah ditemukan jejak harimau,” tulis akun Facebook, Rozy Phalanta.

 

Dikonfirmasi mengenai video temuan jejak kaki diduga milik Harimau Sumatera tersebut, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Andi Andono, mengatakan,  pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi temuan jejak kaki Harimau Sumatera tersebut.

 

“Tim kita memang sudah di lokasi bersama masyarakat sejak  kemarin. Tindakan selanjutnya akan dilakukan sebagaimana SOP (Standar Operasi Prosedur) yang berlaku,” ujarnya kepada media  Rabu (25/1).

 

Adapun SOP berlaku yang telah dilakukan oleh tim dari BKSDA Sumbar dalam menyikapi peristiwa itu sejauh ini, kata Ardi Andono, diantaranya adalah melakukan identifikasi jejak dan pemetaan jalur perlintasan Harimau Sumatera di kawasan tersebut

 

“Kita juga telah mensosialisasikan apa yang harus dilakukan warga untuk mengantisipasi terjadinya konflik Harimau dan Manusia, memasang kamera trap dan mengimbau masyarakat untuk menggiatkan ronda penjagaan,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, ia menuturkan, untuk sementara waktu, guna meminimalisir terjadinya konflik antara satwa bernama latin Panthera Tigris Sumatrea tersebut dengan manusia, Ardi juga mengimbau agar masyarakat untuk menghindari bepergian ke ladang  sendirian.

 

Selain itu, menurutnya, hendaknya masyarakat yang ada disekitaran lokasi, membatasi jam aktivitas di ladang hanya pada  pukul 07.00  WIB pagi hingga pukul 15.00 WIB sore saja.

 

“Intinya hindari berada di ladang  sampai terlalu larut malam atau gelap. Kita juga mengimbau masyarakat untuk melakukan ronda serta menyalakan bunyi-bunyian  dengan meriam  atau petasan bersama dengan petugas BKSDA,” ungkapnya.

 

Ardi juga mengimbau agar masyarakat untuk memasang lentera ataupun menyalakan api di sekitar areal ladang saat malam hari. Sehingga dengan adanya nyala api, diharapkan harimau Sumatra semakin menjauh dari areal ladang.

 

“Kita juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak  meninggalkan hewan ternak ataupun anjing peliharaan di dalam kebun. Karena kondisi itu bisa memancing kedatangan Harimau Sumatera,” terangnya.

 

Sedangkan mengenai, adanya laporan warga terkait dengan adanya penemuan sejumlah bangkai anjing yang mati dengan kondisi bangkai yang masih utuh, Ardi menilai bahwa hal itu merupakan hal yang wajar dan normal. “Hal itu wajar saja. Sebab anjing dengan Harimau pada dasarnya  sama-sama predator. Makanya bangkainya tetap utuh dan tidak dimakan,” tutupnya. (*/red)

 

 

TEKS FOTO : IST