Kab. Pasaman

2 Tahun Kepemimpinan Benny Utama Dan Sabar AS, Kemajuan Pasaman Semakin Membaik

360
×

2 Tahun Kepemimpinan Benny Utama Dan Sabar AS, Kemajuan Pasaman Semakin Membaik

Sebarkan artikel ini
benny
Bupati, Wabup, Ketua DPRD dan rombongan berjalan bersama menuju gedung DPRD mengikuti paripurna Hut Pasaman (8/10 ). 

PASAMAN, ONTIME.ID – Semarak dan meriahnya hari jadinya Kabupaten Pasaman yang ke-77 begitu nyata.

Ucapan selamat dari berbagai pihak melalui papan dan karangan bunga menghiasi dan memadati di sepanjang jalan sudirman Lubuk Sikaping.

Puluhan ribu masyarakat bersemangat, bergembira ria dan antusias mengikuti berbagai perlombaan yang digelar oleh Pemda Pasaman. Mulai lomba hafiz Qur’an, lomba kebersihan, lomba memasak, pawai alegoris serta berbagai lomba lainnya. Bahkan pada malam harinya juga diadakan acara permainan  KIM yang sangat menghibur masyarakat Pasaman.

Pada moment HUT Pasaman itu, Bupati Pasaman, H. Benny Utama pada sidang paripurna DPRD (8/10 ) menjelaskan, sekilas kondisi Kabupaten Pasaman. Di mana dua tahun berjalan pemerintahan, Benny Utama dan Sabar AS bersama seluruh elemen masyarakat telah berupaya mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang ada untuk mempercepat kemajuan pembangunan Pasaman.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber lainnya, beberapa capaian indikator makro dan progres percepatan pembangunan melalui program prioritas pembangunan daerah seperti, Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasaman tahun 2020 berada di angka -0,87% yang ikut terpuruk akibat pandemi Covid 19 dan di tahun 2021 naik ke angka 3,39%.

”Sektor pertanian penyumbang terbesar PDRB Pasaman, kita mampu mengendalikan dampak ekonomi pasca Covid-19,” ujar Bupati.

Dari segi pengeluaran per kapita, pengeluaran per kapita masyarakat menjadi Rp8.440.000,- atau naik Rp15.000,- dari tahun sebelumnya sebesar Rp8.425.000.

Meskipun demikian, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pengeluaran per kapita ini belum mampu menurunkan angka kemiskinan yang juga terdampak Covid-19, dimana angka kemiskinan meningkat dari 7,16% tahun 2020 menjadi 7,48% pada tahun 2021.

“Selanjutnya, untuk indikator Tingkat Pengangguran Terbuka, berhasil menurunkan dari 5,04% tahun 2020 menjadi 4,92% tahun 2021. Sedangkan penurunan indeks ini dari 0,310 tahun 2020 menjadi 0,248 tahun 2021 yang menunjukkan bahwa terjadinya penurunan ketimpangan pendapatan masyarakat di Kabupaten Pasaman. Dengan kata lain pemerataan pendapatan masyarakat yang semakin baik.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM), mengalami kenaikan setiap tahunnya dan mencapai angka 66,77 pada tahun 2021. Kita akan meningkatkan IPM Pasaman dengan meningkatkan daya ungkit ketiga komponen pembentuk IPM yaitu pendidikan, kesehatan dan pengeluaran perkapita agar target IPM akhir periode RPJMD yakni 68,35 dapat tercapai,” katanya.

Pada indikator pendidikan, sasarannya adalah Angka Rata-Rata Lama Sekolah dan Angka Harapan Lama Sekolah. Pada Tahun 2021 Pemkab Pasaman mampu meningkatkan Angka Rata-Rata Lama Sekolah dari 8,09 tahun menjadi 8,10 tahun dan Angka Harapan Lama Sekolah meningkat dari 12,71 tahun menjadi 12,81 tahun.

“Kita akan meningkatkan kenaikan indikator pendidikan ini melalui program prioritas Pasaman Cerdas dengan melaksanakan kebijakan pendidikan gratis 12 tahun, fasilitasi pendidikan menengah, dan beasiswa berprestasi serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan,” tambah Benny Utama.

Pada bidang kesehatan, pada indikator sasaran peningkatan Angka Harapan Hidup.

“Pada tahun 2021, melalui program prioritas Pasaman Sehat kita mampu meningkatkan Angka Harapan Hidup dari 67,40 tahun menjadi 67,59 tahun,” ucap Bupati.

Selanjutnya, kebijakan yang dilaksanakan adalah, memberikan Jaminan Pelayanan Kesehatan Kepada Seluruh Masyarakat Pasaman Melalui Universal Health Coverage (UHC), Kebijakan Satu Jorong Satu Polindes, Peningkatan Sarana Prasarana Kesehatan serta Peningkatan Kualitas SDM Kesehatan dan Peningkatan Status Rumah Sakit Pratama Menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Pada Tahun 2023.

“Kebijakan Satu Jorong Satu Polindes di daerah ini juga mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Pasaman melalui Pokir DPRD. Sedangkan status RS Pratama akan ditingkatkan menjadi RSUD dan fokus persiapan untuk Akreditasi di Tahun 2023. Program ini diharapkan dapat mewujudkan pencapaian target Angka Harapan Hidup akhir periode RPJMD 2021-2026 yakni 68,55 tahun, ” kata dia.

Pada bidang ekonomi, pendapatan dan kemampuan pengeluaran masyarakat, difokuskan pada pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal dengan fokus pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan dan UMKM.

Sekaitan dengan penanganan Stunting, Pemkab Pasaman telah mampu menurunkan Prevalensi Stunting dalam beberapa tahun terakhir dan tahun 2021 berada diangka 30,5% atau dengan rata-rata penurunan 3,3% pertahun.

“Prestasi ini membawa Pasaman mendapatkan penghargaan terbaik ketiga se Sumatera Barat terhadap penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021. Kita akan berupaya menurunkan stunting melalui 8 aksi konvergensi stunting untuk mencapai target 14% tahun 2024, dengan pendampingan dari Kementerian dan Lembaga baik pusat maupun daerah,” ucapnya

Terkait perkembangan pembangunan nagari di daerah ini, juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Perkembangan ini dapat dilihat dari peningkatan Indek Desa Membangun (IDM) Kabupaten Pasaman dari 0,7109 Tahun 2021 menjadi 0,7401 Tahun 2022 atau saat ini di Kabupaten Pasaman terdapat 7 nagari mandiri, 17 nagari maju, 12 nagari berkembang dan 1 nagari tertinggal, sehingga tidak ada lagi nagari sangat tertinggal di Pasaman.

“Tahun ini, proses dan perjuangan kita dalam memekarkan nagari telah mendapatkan hasil dengan ditetapkan 25 pemekaran nagari di Pasaman sehingga jumlah nagari di Kabupaten Pasaman menjadi 62 nagari, ” kata dia