Peristiwa

Polda Sumbar Tindak Tegas Pekat Selama Ramadan

168
×

Polda Sumbar Tindak Tegas Pekat Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
polda
Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa

PADANG, ONTIME.ID— Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat akan menindak tegas aktivitas tergolong sebagai penyakit masyarakat (pekat) hingga oknum kepolisian yang terlibat dalam membekingi tempat-tempat maksiat. Hal tersebut dalam menciptakan situasi yang kondusif selama Ramadan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa. Ia tidak akan memberi toleransi bila ada kedapatan anggotanya membekingi tempat-tempat maksiat. “Kegiatan pekat wajib ditindak. Kalau ada informasi tempat itu dibekingi, laporkan kepada komandan,” kata Teddy.

Kapolda menyebutkan aktivitas pekat yang harus ditindak seperti berjudi dengan berbagai modusnya, prostitusi berkedok salon dan bentuk-bentuk lainnya. Ia juga minta jajarannya agar menindak peredaran minuman keras ilegal dan rokok ilegal.

“Panti pijat, gepeng, serta peredaran maupun penggunaan narkoba dan lainnya yang berhubungan pekat semuanya harus ditindak,” ujar Teddy.

Mantan ajudan Wakil Presiden itu menginginkan Sumatra Barat dalam kondisi aman dan kondusif. Terlebih sudah memasuki bulan suci Ramadan. Teddy tidak ingin kenyamanan masyarakat beribadah terganggu oleh penyakit masyarakat.

“Yang terpenting adalah polisi harus ada kegiatan setiap malam hari, dan ada perwira penanggung jawab kegiatan tersebut,” ucap Teddy.

Selain itu, Polda Sumbar akan mengerahkan 2.268 personel untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan dan Lebaran 1443 Hijriah. Ribuan personel tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu dalam Operasi Ketupat Singgalang 2022 yang akan dilangsungkan.

“Pengamanan tetap kita lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Operasi Ketupat Singgalang 2022 dilakukan untuk mengantisipasi laka lantas, kemacetan, kriminalitas hingga potensi bencana alam. Selain itu, nantinya akan di backup oleh instansi lainnya sebanyak 2.342 personil,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto.

Lebih lanjut Satake juga menyebutkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah kawasan rawan kemacetan dan kawasan rawan bencana, yang perlu diantisipasi oleh para pemudik yang hendak menggunakan jalur darat. Seperti jalan Padang-Bukit Putus-Bungus-Painan, Padang-Solok-Sawahlunto, Padang-Padang Panjang-Singkarak, serta di jalur Padang-Bukittinggi-Payakumbuh.

“Rata-rata penyebab kemacetan di jalur-jalur tersebut adalah karena adanya pasar tumpah dan parkir kendaraan masyarakat yang memakan badan jalan raya,” ucapnya.

Untuk itu, menurut Satake, pihaknya melalui jajaran Polres dan Polsek akan menyiagakan sejumlah personel di jalur-jalur tersebut, guna mengantisipasi dan mengurai kemacetan yang mungkin akan terjadi.

 

Sedangkan jalur rawan bencana yang telah terpetakan, Satake mengatakan bahwa potensi bencana longsor merupakan salah satu yang menjadi perhatian pihaknya untuk diantisipasi pada tahun ini.

“Untuk kawasan rawan longsor, lokasi yang terpetakan ada di Jalan Padang-Solok atau Panorama kilometer 28, Jalan Umum Bukit Tambun Tulang Malibo Anai, Jalan Raya Bukit Pulai kilometer 12 Pessel, serta di Kelok 44 Maninjau kilometer 141,” ucapnya. (red)