Kab. Pasaman

Pasaman Kebut Pengentasan Stunting

526
×

Pasaman Kebut Pengentasan Stunting

Sebarkan artikel ini
Pasaman
Pj Bupati Pasaman Sabar AS saat membuka rapat koordinasi lintas lembaga terkait pengentasan stunting.

PASAMAN, ONTIME.ID–  Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mempercepat pengentasan stunting, terutama dalam mengejar target prevalensi nasional. Pemerintah daerah mengajak seluruh stakeholder terkait untuk ikut berpartisipasi dalam mencegah dan menanggulangi penyakit gagal tumbuh tersebut. 

 

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Bupati Pasaman Sabar AS dalam pertemuan Diseminasi Lintas Program Lintas Sektor Publikasi Data Stunting dan Asistensi Kegiatan PMT Lokal Kabupaten Pasaman Tahun 2023.

 

Sabar mengatakan, dari 14 persen target penanganan stunting yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk kondisi di Kabupaten Pasaman masih tergolong cukup berat untuk pencapaiannya. “Sebab, angka stunting terakhir di daerah ini masih cukup tinggi, tercatat 28,9 persen,” kata Sabar As.

 

Menurut Sabar, masih ada beban 14 persen lebih lagi agar target penanganan stunting yang dibebankan oleh pemerintah pusat bisa tercapai. “Ini tidak mudah,” kata Sabar.

 

Ia menambahkan, diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama para pemangku kepentingan untuk menekan sedemikian rupa agar kasus stunting bisa turun sebagaimana yang diharapkan.

 

Pemerintahan nagari, menurut Sabar, merupakan salah satu elemen terpenting dalam penanganan stunting karena merupakan ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

 

Tapi, diingatkan Sabar, pemerintahan nagari tidak mungkin dibiarkan jalan sendiri. “Dukungan tentu sangat diperlukan dari stake holder terkait karena mereka yang secara teknis menguasai persoalan ini,” katanya.

 

Sabar mengingatkan upaya penanganan stunting bukanlah tugas yang main-main. “Ini tugas serius, bahkan sangat serius. Karena ini menyangkut nasib dan masa depan Pasaman,” katanya.

 

Ia menekankan bagaimana Pasaman menghadapi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang kalau sejak saat ini tidak dipersiapkan generasi yang tangguh untuk itu. “Terus terang, kita menyatakan prihatin dengan masih adanya kasus stunting,” ujar Sabar.

 

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Arma Putera dalam sambutannya mengatakan, salah satu upaya Pemkab Pasaman dalam penurunan stunting adalah dengan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang telah Kita laksanakan secara konvergen.

 

“Salah satu intervensi yang dilaksanakan di setiap wilayah kerja Puskesmas dengan memberikan makanan tambahan pangan lokal untuk balita gizi kurang dan ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis,” imbuhnya.

 

Dakhlan Choeron SKM MKM, dari Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi keseriusan Pemkab Pasaman yang telah menggelar acara ini.

 

“Agar kita semua sadar bahwa penanggulangan stunting dan pencegahannya sangat penting untuk keselamatan generasi penerus bangsa, perlu kerja keras dan sinkronisasi data dari seluruh stakeholder untuk penurunan angka stunting ini,” harapnya.

 

Kepada seluruh Camat, Walinagari, TP PKK, serta stakeholder terkait untuk bersama menangani stunting, jangan ada penambahan lagi, sesuai dengan data yang sudah masuk dari tahun 2017 40,6 persen hingga sekarang 2023 menjadi 15,52 persen merupakan penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun, kata Dakhlan.(agus)