Internasional

Kolombia Hentikan Hubungan Diplomatik dengan Israel

340
×

Kolombia Hentikan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Sebarkan artikel ini
Kolombia
Presiden Kolombia, Gustavo Petro

KOLOMBIA, ONTIME.ID – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengumumkan negaranya akan memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Keputusan itu diambil menyusul agresi militer Israel yang tidak kunjung selesai kepada masyarakat Palestina di jalur Gaza.

Pengumuman itu disampaikan Presiden Petro pada Rabu (1/5) kemarin waktu setempat saat mengikuti rapat umum May Day di Bogota, Kolombia. Hubungan diplomatik Kolombia dengan Israel akan terputus sejak pengumuman kemarin.

“Besok (Kamis) hubungan diplomatik dengan negara Israel akan terputus. Karena presidennya melakukan genosida,” kata Petro dilansir AFP, Kamis (2/5).

Dalam pidatonya itu ia juga menyebut presiden Israel telah melakukan genosida. Keterangan itu merujuk pada sosok Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang kini bahkan ingin menginvasi Rafah.

Petro sendiri diketahui menjadi salah satu pemimpin dunia yang lantang dalam mengkritik serangan Israel di Gaza. Saat bertemu dengan ribuan pendukungnya pada momen May Day, Presiden Kolombia itu mengatakan dunia tidak bisa lagi menerima genosida.

“Jika Palestina mati, maka umat manusia pun mati,” katanya yang disambut tepuk tangan meriah dari massa. Beberapa di antaranya mengibarkan spanduk pro-Palestina.

Sebaliknya, pihak Israel juga telah memberikan tanggapan atas pernyataan presiden Kolombia tersebut. Israel justru menuding sikap Presiden Petro itu akan menguntungkan Hamas.

“Presiden Kolombia telah berjanji untuk memberi penghargaan kepada para pembunuh dan pemerkosa Hamas dan hari ini dia mewujudkannya,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Katz.

Menurutnya, keputusan Petro yang membela Hamas itu ibarat telah membela monster paling keji yang telah memusnahkan warga sipil sejak penyerangan pada bulan Oktober 2023 lalu.

 

“Sejarah akan mengingat bahwa Gustavo Petro memutuskan untuk membela monster paling keji yang pernah dikenal umat manusia, yang membakar bayi, membunuh anak-anak, memperkosa wanita, dan menculik warga sipil tak berdosa,” kata Katz menambahkan. (vand)