Wisata

50 Pelaku Usaha Ekraf Ikuti Bimtek Pariwisata

177
×

50 Pelaku Usaha Ekraf Ikuti Bimtek Pariwisata

Sebarkan artikel ini
bimtek
Suasana saat berlangsungnya bimbingan teknis pelaku Ekraf yang digelar Dinas Pariwisata Sumbar di Hotel Rocky, Padang, Rabu (25/5).

PADANG, ONTIME.ID – Sebanyak 50 pelaku usaha bidang ekonomi kreatif  (Ekraf)  asal Kota Padang mengikuti kegiatan bimbingan teknis pelaku Ekraf yang digelar Dinas Pariwisata Sumbar di Hotel Rocky, Rabu (25/5).

 

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis (25-26/5) dengan menggunakan dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat.

 

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar diwakili Kabid Pengembangan SDM dan Ekraf Dinas Pariwisata Sumbar Mulyadi mengatakan, agar produk pelaku ekraf harus memiliki daya saing. Untuk itulah, kegiatan bimtek ini digelar.

 

Selain itu, kegiatan bimtek ini juga bertujuan untuk mendukung program yang dicanangkan Gubernur Sumbar, mencetak 100.000 entreprenur di Sumbar.

“Ada 18 sub sektor ekonomi kreatif yang mulai bergerak, setelah pandemi melandai. Di antaranya, yang terbanyak di Sumbar adalah pelaku ekraf bidang kuliner, budaya dan kerajinan,” kata Mulyadi.

 

Ketua Panitia, Riki Suryadi melaporkan kegiatan ini diikuti sebanyak 50 perserta dan untuk meningkatkan kapasitas.

 

Pada kesempatan terpisah, Hidayat berharap sektor pariwisata di Sumbar kembali bangkit sejalan dengan melandainya Covid-19 di Ranah Minang.

 

Menurut Hidayat, sektor pariwisata telah memberikan harapan nyata dalam pengembangan ekonomi masyarakat Sumbar, seperti membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,  adanya perputaran uang maupun multiplier effect , serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Hidayat melihat sejumlah peluang usaha memiliki prospek bagus, seperti usaha kuliner.  Sumbar merupakan surganya wisata kuliner dan wisatawan datang ke daerah ini karena juga daya tarik kulinernya.

 

Di samping itu juga juga terdapat sejumlah sub sektor ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata daerah ini, seperti kriya, seni pertunjukan, fesyen , dan periklanan.

 

Hidayat mengakui, selama masa pandemi sektor UMKM memang terpukul karena wabah Covid-19. Namun ada pula UMKM yang dapat bertahan dari hantaman Covid-19, seperti bidang kuliner, kriya, fashion.

 

”Sekitar 70 persen UMKM bidang kuliner masih bisa survive,” katanya. (*/vand)