WASHINGTON, ONtime.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Kanada. Ia mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh barang asal Kanada jika Ottawa menuntaskan kesepakatan dagang dengan China.
Ancaman ini menandai eskalasi serius dalam hubungan kedua negara yang terus memburuk sejak Trump kembali ke Gedung Putih setahun lalu.
Pernyataan Trump muncul di tengah langkah Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang secara terbuka mendekat ke Beijing. Dalam kunjungan resminya ke China pekan lalu, Carney menyambut apa yang ia sebut sebagai “kemitraan strategis baru” dengan Beijing, yang menghasilkan kesepakatan dagang pendahuluan untuk menurunkan tarif antar kedua negara.
[irp posts=”33475″ ]
Bagi Trump, langkah tersebut dianggap sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan ekonomi Amerika Serikat. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menuding Kanada berpotensi menjadi jalur belakang bagi produk-produk China untuk masuk ke pasar AS.
“Jika berpikir Kanada bisa menjadi ‘pelabuhan transit’ bagi China untuk mengirim barang dan produk ke Amerika Serikat, maka itu adalah kesalahan besar,” tulis Trump, dikutip dari AFP.
Trump bahkan melontarkan pernyataan bernada ekstrem. Ia menyebut kerja sama dagang dengan China akan membawa dampak destruktif bagi Kanada sendiri.
“China akan melahap Kanada hidup-hidup, menghancurkan dunia usaha mereka, tatanan sosial, dan cara hidup secara umum,” ujar Trump.
“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, maka Kanada akan segera dikenai tarif 100 persen atas seluruh barang dan produk yang masuk ke Amerika Serikat,” tambahnya.
Ketegangan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pemimpin saling melontarkan kritik terbuka. Konflik bermula dari pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Selasa lalu. Di hadapan para pemimpin global, Carney menyebut adanya “keretakan” dalam tatanan global yang selama ini dipimpin Amerika Serikat. Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dan dipandang luas sebagai sindiran terhadap gaya kepemimpinan Trump di panggung internasional.
[irp posts=”33472″ ]
Trump merespons keras sehari kemudian. Selain membalas secara terbuka dalam pidatonya, Trump juga mencabut undangan Carney untuk bergabung dalam “Dewan Perdamaian” versinya—sebuah badan bentukan Trump yang awalnya dirancang untuk memantau situasi Gaza pascaperang, namun kini disebut-sebut memiliki ambisi global yang lebih luas. Langkah itu memicu spekulasi bahwa Trump tengah membangun tandingan informal bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Carney tak mundur. Dalam pidato nasional pada Kamis, ia menegaskan posisi Kanada sebagai negara berdaulat yang tidak bergantung pada Amerika Serikat.
“Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada maju karena kami adalah orang Kanada,” ujar Carney, sembari tetap mengakui adanya “kemitraan yang luar biasa” antara kedua negara.
Ancaman tarif 100 persen dari Washington kini menempatkan Kanada pada persimpangan strategis: mempertahankan hubungan dagang tradisional dengan Amerika Serikat atau membuka babak baru kerja sama ekonomi dengan China. Di tengah rivalitas global yang kian tajam, manuver Ottawa berisiko mengubah peta perdagangan Amerika Utara secara drastis dengan konsekuensi ekonomi dan geopolitik yang belum sepenuhnya terukur. (*)
[irp posts=”33469″ ]













