PARIAMAN, ONtime.ID — Pemerintah Kota Pariaman mulai mematangkan langkah penanganan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah kota. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPR), Pemko Pariaman menggelar rapat sosialisasi bersama masyarakat terkait rencana pembangunan drainase jalan di Kelurahan Pasir, Lohong, dan Karan Aur, Senin (26/1/2026).
Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut konkret atas dampak banjir yang sebelumnya mengganggu aktivitas warga di kawasan tersebut. Dalam pertemuan itu, pemerintah memaparkan rencana pembangunan drainase jalan dengan lebar 1,5 meter di sisi kanan jalan dari arah Karan Aur menuju Pantai Gondoriah, dengan panjang penanganan mencapai 1,5 kilometer.
Mewakili Wali Kota Pariaman, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar menegaskan bahwa sosialisasi merupakan tahapan krusial sebelum pekerjaan fisik dimulai. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi kunci agar pelaksanaan proyek berjalan tertib dan minim konflik.
[irp posts=”33577″ ]
“Sosialisasi ini penting karena di sepanjang jalur tersebut terdapat bangunan dan aktivitas warga yang berpotensi terdampak selama proses pembangunan. Karena itu, kami melibatkan Kerapatan Adat Nagari (KAN), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ninik Mamak, Cadiak Pandai, serta masyarakat setempat,” ujar Afrizal Azhar.
Dari sisi pembiayaan, Afrizal menjelaskan bahwa estimasi anggaran pembangunan drainase tersebut mencapai sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari Dana Bantuan Presiden (Banpres). Saat ini, pemerintah masih berada pada tahap koordinasi lintas pihak, sosialisasi, dan penyusunan perencanaan teknis.
“Pelaksanaan fisik diperkirakan dimulai setelah Lebaran, setelah seluruh tahapan perencanaan dan sosialisasi rampung,” tambahnya.
Pembangunan drainase ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi risiko dan dampak banjir yang kerap terjadi di tiga kelurahan tersebut, terutama saat curah hujan tinggi. Pemerintah Kota Pariaman menilai perbaikan sistem drainase sebagai bagian penting dari upaya mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan permukiman.
[irp posts=”33574″ ]
Afrizal Azhar juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh agar proyek dapat berjalan sesuai rencana. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kesiapan anggaran dan teknis, tetapi juga oleh partisipasi dan pemahaman masyarakat.
“Kami sangat berharap dukungan warga agar proses sosialisasi hingga pelaksanaan pembangunan berjalan lancar. Tujuan utamanya jelas, yaitu mengurangi dampak banjir dan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan lingkungan permukiman,” tutupnya. (*)













