ONtime.ID — Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali memasuki fase panas. Di tengah klaim adanya jalur diplomasi, sumber militer Iran justru mengungkap rencana “kejutan besar” yang disebut bisa mengubah arah konflik dalam waktu dekat.
Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita Tasnim News Agency, Senin (23/3/2026). Sumber militer Iran menyebut bahwa langkah baru telah disiapkan dan siap diimplementasikan dalam hitungan hari.
“Iran telah merencanakan kejutan baru untuk hari-hari mendatang dari perang yang sedang berlangsung, implementasi yang dapat menghasilkan hasil yang sangat besar,” ujar sumber tersebut.
Pernyataan ini langsung memicu spekulasi luas—apakah yang dimaksud adalah eskalasi militer, serangan balasan strategis, atau langkah non-konvensional yang dapat mengguncang kawasan Timur Tengah.
[irp posts=”34970″ ]
Sindiran Keras ke Trump
Sumber Iran itu juga melontarkan kritik tajam kepada Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai lebih banyak mengandalkan retorika dibanding aksi nyata.
“Bertentangan dengan janji kosong Trump, Iran telah menyiapkan kejutan,” katanya, sembari menyindir agar Washington lebih fokus pada dampak konflik terhadap pasar saham dan harga minyak global.
Sindiran ini mempertegas perang narasi yang kini berjalan paralel dengan potensi konflik fisik.
Trump Klaim Ada ‘15 Poin Kesepakatan’
Di sisi lain, Trump justru menyampaikan pesan berbeda. Dalam pernyataannya kepada media, ia mengklaim bahwa AS telah melakukan pembicaraan intensif dengan pihak Iran dan bahkan telah mencapai sejumlah titik kesepakatan.
“Kami telah berbicara dengan pimpinan tertinggi… Kami telah mencapai sekitar 15 poin kesepakatan,” ujarnya.
Trump menyebut tokoh-tokoh seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner terlibat dalam komunikasi tidak langsung dengan Iran melalui perantara.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama Washington tetap sama: mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
“Mereka telah sepakat untuk tidak memiliki senjata nuklir,” klaim Trump, tanpa merinci detail kesepakatan tersebut.
[irp posts=”34967″ ]
Bantahan Keras dari Teheran
Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh pejabat tinggi Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan tidak ada negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat.
“Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS. Itu berita palsu,” tegasnya.
Ia bahkan menuding narasi pembicaraan damai sengaja disebarkan untuk memanipulasi pasar keuangan dan harga minyak global.
Diplomasi atau Eskalasi?
Kontradiksi tajam antara klaim diplomasi dari Washington dan ancaman “kejutan” dari Teheran menciptakan ketidakpastian tinggi. Di satu sisi, jalur negosiasi disebut terbuka. Di sisi lain, sinyal eskalasi justru semakin kuat.
Dengan situasi yang terus memanas, dunia kini berada di persimpangan: apakah konflik ini akan mereda lewat diplomasi, atau justru meledak melalui “kejutan” yang sudah disiapkan Iran?
Satu hal yang pasti setiap langkah dalam beberapa hari ke depan berpotensi menentukan arah stabilitas kawasan, bahkan dunia. (*)
[irp posts=”34964″ ]













