PADANG, ONTIME.ID- Anggota Komisi II DPRD Sumbar, Syamsul Bahri meminta program 100 ribu entrepreneur yang digagas Gubernur Mahyeldi tidak hanya sekedar jadi janji manis saja.
Hal ini karena dari data yang ada, tingkat pengangguran di Provinsi Sumatera Barat masih tinggi.
“Salah satu program unggulan (Progul) Gubernur Sumbar yaitu menciptakan 100 ribu entrepreneur jangan sekedar “lips service” saja, hingga sekarang efektivitas Progul itu belum terasa, dimana tingkat pengangguran masih tinggi,” katanya di Gedung DPRD Sumbar, Jumat (10/6).
Politis PDIP itu mengatakan, semua progul yang diusung gubernur harus memberikan dampak positif untuk pembangunan daerah, apa yang digagas harus dijawab dengan kenyataan.
“Komisi II DPRD Sumbar juga berkomitmen untuk mengawal program strategis gubernur sesuai dengan RPJMD.Untuk pembangun SDM yang berkualitas kita, mendukung progul menciptakan 100 ribu entrepreneur, tapi konsepnya harus jelas dan efektif untuk menekan angka pengangguran,”katanya.
Ia melanjutkan, kalau hanya sekedar memberikan pelatihan saja, tidak cukup, hanya akan menghabiskan anggaran. Menurut Syamsul Bahri pelaksanaan progul ini harusnya disertakan dengan memberikan kemudahan permodalan atau hal lainya agar program itu benar benar optimal.
“Kalau hanya memberikan pelatihan, rentan terjadi politisasi, untuk itu pelaksanaan progul harus benar benar komprehensif,” katanya.
Untuk diketahui dari data BPS penduduk usia kerja Sumbar tahun 2021 sebanyak 4,76 juta jiwa. Meliputi angkatan kerja 2,7 juta, dan 1,1 juta bukan angkatan kerja. Dari data itu, terdapat jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 2,58 juta dan yang menganggur 179.950 orang atau 6,52 persen.
Angka pengangguran terbuka Sumbar pada 2021, sebanyak 179.950 jiwa atau 6,52 persen. Angka itu sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS). Khusus di Kota Padang pengangguran mencapai 65,000.













