JAKARTA, ONTIME.ID – Masyarakat Minang dihebohkan dengan munculnya berita adanya Restoran Minang Babiambo di Kelapa Gading, Jakarta yang menampilkan menu dari masakan daging babi.
Saat menelusuri keberadaan lokasi Restoran Babiambo tersebut, Jumat (10/6/2022). Sesuai dengan alamat yang dicantumkan untuk pemesanan secara online.
Alamat tersebut berada di Jl. Gading Elok III Blok FV 2 No. 9 Rt. 004 Rw. 09 Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara. Rumah tersebut berada dalam komplek perumahan yang setiap gerbang masuk dijaga oleh security.
Bukan bagi penguni harus meninggalkan identitas diri. Memang di dalam ada restoran Pak,” kepada salah seorang petugas security yang menjaga komplek hunian tersebut.
Petugas tersebut menjelaskan, di dalam komplek perumahan tersebut tidak ada restoran. Namun dia mengakui penyedia makanan secara online memang ada. Tapi bukan dalam restoran yang melayani pengunjung makan di tempat. “Hanya melayani pesanan secara online saja. Tapi sekarang sudah tutup karena tidak memiliki izin,” jelas dia.
Rumah di Jl. Gading Elok III Blok FV 2 No. 9 Rt. 004 Rw. 09 tersebut terlihat kosong dan tidak aktivitas. Di depan rumah itu tidak ada tulisan Restoran Babiambo. “Rumahnya kosong pak,” kata penjual rokok yang berada di seberang jalan, di depan tersebut. Dia mengakui bahwa di rumah tersebut sebelumnya melayani pesanan makanan secara online.
“Ya, betul namanya Babiambo. Awalnya memang agak ramai yang memesan. Tapi sekarang sudah tutup. Kalau gak salah dia juga ngontrak di sini,” jelas lelaki setengah baya itu. Dia tidak mengenal orangnya dan juga tidak tahu asalnya.
Minta Maaf
Pemilik usaha masakan Padang berbahan baku daging babi, Sergio menyampaikan permintaan maafnya atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh usaha kuliner miliknya.
Sergio mengatakan, dirinya hanya mencoba berinovasi dengan memadukan kuliner khas suku Minang dengan bahan baku daging babi untuk memperluas pangsa pasar. Sergio juga mengaku tidak memiliki niat dan motif untuk melecehkan suku bangsa tertentu.
“Saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya. Pertama buat pihak-pihak yang merasa tersinggung karena ini, soalnya benar-benar enggak ada maksud untuk menyinggung,” ujarnya kepada wartawan di kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6).
Sergio menjelaskan, dirinya hanya ingin membuka usaha sekaligus menciptakan peluang baru di dunia kuliner, terlebih menurutnya usaha “Babiambo” miliknya itu, dirintis saat masa awal Pandemi Covid-19 di tahun 2020.
“Karena keterbatasan knowledge kita juga, kalau ternyata ini akan menyinggung ke arah sana. Saya menyesal banget, kalau tahu dari awal bakal begini tidak akan saya lakukan,” ucapnya.
Sergio menyebutkan, alasan dirinya memilih menjual daging babi dengan olahan bumbu khas Minang, adalah karena dirinya memang menyukai dan kerap membeli makanan Padang. Berangkat dari kesukaan itulah, ia lantas mencoba memadukan keduannya.
Hanya saja, menurutnya,produk yang ia pasarkan secara daring itu, ternyata tidak diminati masyarakat.sehingga usaha itu hanya bertahan kurang lebih sekitar tiga bulan saja.
“Karena itu dirintisnya saat awal pandemi ya, semua kan mencoba mencari opportunity secara online. Waktu itu akhirnya mencoba lewat online tapi hanya berjalan sekitar kurang lebih tiga bulan sebelum akhirnya saya tutup,” tuturnya.
Selain olahan daging babi, Sergio menyebutkan, usaha miliknya juga menjual lauk-pauk khas masakan Padang lainnya. Akan tetapi, dirinya mengaku, olahan daging babi memang sengaja di tonjolkan sebagai pembeda dari usaha kuliner lainnya.
Kendati demikian, Sergio memastikan pihaknya telah mendeskripsikan menu olahan daging babi pada menu, logo, dan nama usaha dengan tujuan agara para pelanggan tidak keliru.
“Karena kita nggak mau, nanti ada orang yang makan nggak tahu itu ada mengandung babinya. Jadi kita tulis babinya. Bahkan di logo juga ada tulisan nonhalal,” jelasnya. (*/red)













