Politik

Sumbar masih Diperhitungkan

469
×

Sumbar masih Diperhitungkan

Sebarkan artikel ini
sumbar
Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar

PADANG, ONTIME.ID – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar, menyebut beberapa bakal calon presiden memilih Sumbar untuk deklarasi menunjukkan Sumbar masih menjadi perhitungan dibandingkan daerah lain. Sumbar secara kuantitas kecil, namun secara kualitas tinggi karena dimana-mana berasal dari Minangkabau.

 

“Jadi, dari dulunya Minangkabau ini terkenal kualitasnya, tapi saya melihat dari kabinet sekarang kecil kuantitas orang Minang berada di kabinet, ini juga menjadikan tantangan ke depannya dan calon pemimpin ke depan perlu disemaikan,” kata Fauzi Bahar kepada wartawan ONTIME.ID, di Padang, Minggu (31/7)

 

Ia menyampaikan beberapa karakteristik pemimpin yang diidamkan di Sumbar. Selain memiliki leadership ada beberapa kriteria khusus bagi para calon pemimpin nantinya jika ingin meraup suara dari Minangkabau.

 

Pertama, kata Fauzi Bahar, pemimpin yang diidamkan di Sumbar harus muslim dan mempunyai leadership yang terukur baik skala nasional maupun secara Minangkabau. “Intinya pemimpin yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat banyak tidak hanya kebutuhan pangan semata namun kebutuhan lainnya,” ujarnya.

 

Selain itu menurut Fauzi Bahar, pemimpin hendaknya bisa diterima oleh semua golongan. Mereka tidak berpihak kepada satu golongan saja. “Paling penting itu memiliki rasa nasional, mau menyatakan perang kepada komunis, karena komunis atheis anti tuhan yang bertentangan dengan Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Minangkabau,” ujarnya.

 

Fauzi Bahar juga mengharapkan pemimpin nantinya agar bisa memperjuangkan kekhususan Sumbar. Seperti yang diketahui, Kota Bukittinggi pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia, karena ibukota ada 3 yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Bukittinggi.

 

“DKI sudah menjadi daerah khusus ibukota, Yogyakarta sudah menjadi daerah istimewa, Sumbar diharapkan adanya kekhususan atau keistimewaannya. Disamping kita melihat hampir saja republik ini tidak ada, kalau tidak adanya PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) dahulunya,” ujarnya.

 

Selain itu katanya, Sumbar juga dikenal dengan tokoh muda yang sangat diperhitungkan di kancah nasional pada zaman dahulu. Dimana dari sembilan orang pemuda yang menyusun berdirinya tentang republik ini, lima diantaranya berasal dari Minangkabau yaitu Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Agus Salim, dan Tan Malaka.