“Setelah lulus SMA saya merantau ke Kota Padang, Sumbar, rencana ingin mengadu nasib ingin mencari peruntungan, karena orang tua di kampung seorang petani,” sebut Kompol Antonius Dachi yang merupakan Kabag Ops Polres Agam kepada Ontime.id, Senin (14/3).
Lanjut Antonius, namun setelah di Padang ada sekitar beberapa bulan kerja serabutan, ia mencari orang satu kampungnya yang kebetulan bekerja sebagai seorang polisi.
“Setelah bertemu itu, di sana baru muncul keinginan saya untuk mencoba ikut tes polisi. Sebab, orang satu kampung itu menyampaikan kepada saya ada penerimaan polisi, nasib baik sekali tes saya lulus jadi polisi,” kata putra asli Desa Hiliamaetaniha, Kecamatan Lugundri Menamolo, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara.
Dikatakan Antonius yang memiliki sembilan saudara itu, saat ikut tes polisi tersebut ia tidak memberi tahukan kedua orang tuanya, hanya ia sendiri yang menjalani.
“Setelah lulus tersebut, baru saya kasih tau orang tua dan orang tua kaget karena tidak disangka, sebab saya merantau ke Padang yang mereka tahu hanya untuk mengadu nasib saja,” ucap bapak tiga orang anak itu.
Antonius menyebutkan, ia lulus menjadi seorang polisi tahun 1987 dan di berdinas pertama di Lubuk Sikaping, Sumbar. 17 tahun berdinas di Lubuk Sikaping, dan selanjutnya ikut tes sekolah pendidikan perwira.
“2004 saya lulus perwira, selanjutnya berdinas di Polres Pasaman Barat, menjabat Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT),” ucap pria kelahiran 1965 itu.
Tak berapa lama kemudian Antonius dipromosikan menjadi kanit narkoba ditempat yang sama, selanjutnya kembali dipromosikan menjadi Kapolsek Pasaman.
Setahun menjadi Kapolsek Pasaman, Antonius kembali dipromosikan menjadi Kasat Shabara di Polres Pasaman selama tiga tahun. Selanjutnya, dipindah tugaskan ke Polres Agam, menjadi kasat narkoba selama dua tahun.
Kemudian pindah lagi ke Pasaman menjadi Kabag Ren, dan selanjutnya pindah lagi ke Polres Agam menjadi Kabag Ops hingga sekarang dengan pangkat kompol.
“Saya berdinas hanya di Sumbar, yaitu Polres Agam, Pasaman dan Pasaman Barat. Selama berdinas berjalan lancar dan aman,” kata bapak yang mempunyai 2 orang anak laki dan satu orang perempuan.
Antonius juga mengatakan, perkiraan kalau tidak ada halangan rencananya pensiun
September 2023. Rencana setelah pensiun ia akan berkebun kelapa sawit.
“Menikmati hari tua, rencana saya ingin berkebun kelapa sawit,” ujar Antonius yang pernah menang juara 3 lomba menembak Polda Sumbar.
Antonius yang merupakan suami dari seorang polwan itu berpesan, menjadi seorang polisi harus profesional dalam bertugas, yaitu menerapkan SOP jangan sampai melanggar aturan yang ada. (red).













