Peristiwa

Hotman Paris Ungkap Jasa Teddy Minahasa

391
×

Hotman Paris Ungkap Jasa Teddy Minahasa

Sebarkan artikel ini
hotman
Hotman Paris Ungkap Jasa Teddy Minahasa

JAKARTA, ONTIME.ID–Pengacara Hotman Paris Hutapea angkat bicara soal keputusannya mendampingi Irjen Teddy Minahasa yang terseret kasus peredaran narkoba.

Pertama, Hotman mengaku sudah lama mengenal pribadi Teddy, bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Kemudian perwira tinggi Polri itu disebut Hotman kerap membantu proses hukum rakyat kecil yang dia dampingi.

“Jauh sebelum corona, waktu Pak Teddy Minahasa ini menjadi Karopaminal Divisi Propam Polri, banyak membantu kasus-kasus pengaduan di Kopi Joni. Membantu rakyat-rakyat kecil yang saya bantu,” ujar Hotman kepada wartawan, Selasa (24/10/2022) malam.

Di samping itu, kata Hotman, dirinya berusaha profesional melakoni profesinya sebagai pengacara. Atas dasar itu, Hotman pun bersedia mendampingi Teddy Minahasa yang tengah terjerat kasus narkoba.

Hotman berharap keberadaan dirinya sebagai kuasa hukum Teddy dapat membantu mengungkap fakta-fakta terkait kasus narkoba yang menjerat kliennya di persidangan.

 

Fokus pada Inti Permasalahannya

Hotman Paris Hutapea Kuasa hukum Irjen Teddy Minahasa menyebutkan ia tidak terlalu fokus pada persoalan sabu yang ditukar dengan tawas

“Saya tidak fokus, kalau seorang pengacara ahli itu, hanya langsung menyentuh mana fokus utamanya,” ujarnya Hotman Paris Hutapea pada Senin, 24 Oktober 2022.

Baginya, fokus utama dalam kasus kliennya adalah pengakuan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara yang menyebutkan bahwa Teddy Minahasa perintahkan tarik semua barang bukti ke wilayah Padang.

“Fokus utamanya di BAP, saya baca. Tanggal 28 September Kapolres mengakui bahwa Teddy Minahasa perintahkan tarik semua barang bukti ke wilayah Padang. Intinya jangan lagi beredar,” jelasnya.

Teddy Minahasa tiba di rumah tahanan Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya untuk ditahan 20 hari ke depan. Polisi menetapkannya sebagai tersangka dugaan peredaran narkoba.

Teddy Minahasa tiba di Rutan Polda Metro Jaya pukul 20.16 WIB. Ia tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan memakai songkok hitam. “Ditahan selama 20 hari,” kata pengacara Teddy, Hotman Paris Hutapea, Senin, 24 Oktober 2022.

Sebelumnya, Teddy Minahasa tiba di Gedung Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya Hotman Paris. “TM dipindahkan ke sini, karena proses pemeriksaan di paksus (penempatan khusus) propam sudah selesai. Hari ini pemeriksaan resmi di bawah kewenangan Polda Metro Jaya,” kata Hotman Paris.

Nama Teddy Minahasa muncul dari pengungkapan kasus narkoba oleh Polda Sumatera Barat pada Mei 2022 dengan barang bukti 41,4 kilogram sabu senilai Rp 62,1 miliar. Mantan Kapolres Bukittinggi Ajun Komisaris Besar Dody Prawiranegara disebut mengganti 5 kilogram sabu itu dengan tawas.

Menurut pengakuan AKBP Dody, ia diperintah oleh Teddy Minahasa untuk menukar barang bukti narkoba jenis sabu dengan tawas. “Itu perintah Pak TM. Pada saat saya mendampingi klien kami di-BAP semua menjelaskan seperti itu dan ada dalam chat,” kata kuasa hukum Dody Prawiranegara, Adriel Viari Purba, di Polda Metro Jaya, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Dugaan penukaran sabu dengan tawas itu terjadi saat Dody menjabat sebagai Kapolres Bukittinggi sekaligus bawahan dari Teddy Minahasa yang menjabat Kapolda Sumatera Barat.

Adriel mengatakan, Teddy Minahasa diduga memerintahkan Dody menukar sabu dengan tawas lewat pesan singkat. “’Mas tukar sabu dengan tawas, seperempat’,” kata Adriel menirukan pesan Teddy ke Dody. (*/AS)