PADANG, ONTIME.ID—Memasuki H-7, mobilitas masyarakat menuju Sumatra Barat (Sumbar) dalam rangka mudik Idulfitri 1443 Hijriah/Lebaran 2022 mulai menunjukkan peningkatan, paling tidak yang melalui jalur udara.
Sementara dari sisi darat, pergerakan baru akan mulai terlihat beberapa hari menjelang puncak arus mudik, yang diperkirakan terjadi pada 30 April mendatang.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Kaotban) Wilayah VI, Agoes Subagyo menyebutkan, mudik Lebaran menuju Sumbar melalui jalur udara diprediksi akan mengalami lonjakan sebanyak 50 persen dibandingkan dua Lebaran sebelumnya.
Ia menyebut, pihak bandara memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran. Namun, sepekan menjelang Lebaran, jumlah kedatangan melalui Bandara Internasional Minangkabau sudah menunjukkan tren peningkatan.
Pada hari biasa, jumlah penumpang yang tiba hanya sekitar 4.000 orang dengan 35 penerbangan. Namun sejak Minggu (24/4), jumlah penumpang yang tiba di BIM mencapai 6.500 orang dengan total 52 penerbangan.
“Diperkirakan ada sebanyak 1,8 juta pemudik yang akan datang ke Sumbar tahun ini, di mama 200 ribu di antaranya menggunakan jalur udara. Oleh karena itu, mudik kali ini akan membutuhkan kerja ekstra dari seluruh pemangku kepentingan terkait dalam mengawal dan mengawasi mudik, khususnya jalur udara,” ujarnya saat jumpa pers di BIM, Senin (25/4).
Agoes mengatakan, selain mengaktifkan posko monitoring, pihaknya juga akan melakukan pemeriksan secara komprehensif terhadap keselamatan dan keamanan, serta memberikan jaminan keamanan dalam pelayanan terhadap penumpang.
“Untuk itu, kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk melakukan koordinasi dengan sebaik-baiknya. Insya Allah kami siap melayani angkutan Lebaran di Sumbar,” katanya.
Terkait ramp check atau pengecekan kelaikan pesawat, sudah dilakukan mulai 18 April hingga 14 Mei 2022. Hal ini guna dipastikan seluruh armada yang beroperasi dinyatakan dalam keadaan baik dan aman.













