PADANG, ONTIME.ID – Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Dinsos Sumbar) menyebutkan, pentingnya mengatasi permasalahan yang terjadi dalam kehidupan, salah satunya melalui meningkatkan rasa persaudaraan di hari Kesetiaankawan Sosial Nasional 2022.
Kepala Dinas Sosial, Arry Yuswandi, S. Km. M.Km menjelaskan, “Melalui momentum Peringatan HKSN marilah kita sama-sama mengaktualisasikan nilai-nilai kesetiakawanan sosial leluhur kita demi membangun Sumbar di segala bidang sesuai dengan profesi masing-masing”.
“Saya yakin apabila kita ada kesadaran dan empati yang tinggi, bersatu padu dengan dilandasi semangat nilai-nilai kesetiakawanan sosial maka kita akan dapat menghadapi segala tantangan dan permasalahan sosial yang kompleks seperti masalah kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan, bencana alam, bencana sosial, narkoba dan masalah sosial lainnya,” ulasnya.
Oleh sebab itu, sambung dia, untuk memperkuat rasa kesetiaankawanan tersebut pihaknya merayakan Hari Kesetiaankawan Sosial Nasional (HKSN), dengan menyelenggarakan pertunjukan seni musik dan tari daerah oleh klien PSBG Harapan Ibu serta unjuk vokal oleh PSBN Tuah Sakato.
Kegiatan tersebut diadakan pada Rabu (14/12), di halaman depan gedung PSAABR Budi Utama Lubuk Alung. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar, Bupati Padang Pariaman, Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional I, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat untuk menutup kegiatan tersebut.
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menyebutkan bahwa kesetiakawanan sosial merupakan bagian dari nilai, sikap, dan perilaku sosial yang berakar dalam konteks tata budaya nusantara dan masyarakat majemuk Indonesia berdasarkan Pancasila.
“Hal ini penting untuk kita tingkatkan dan juga pererat, bagaimana pun kesetiakawanan ini adalah bagian dari sikap dan perilaku sosial,” sebutnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya mengedukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana, serta meningkatkan kepedulian terhadap lansia di lingkungan masing-masing. (*/red)













