Peristiwa

Banjir di Korong Kayu Kapur, Pj Nagari dan Perangkatnya Dinilai Tidak Becus Bekerja

375
×

Banjir di Korong Kayu Kapur, Pj Nagari dan Perangkatnya Dinilai Tidak Becus Bekerja

Sebarkan artikel ini
Banjir
Pj Walinagari Sungai Buluh Selatan, Medi Hendra

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Banjir yang terus melanda Korong Kayu Kapur, Nagari Sungai Buluh Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, semakin meresahkan warga setempat. Warga mengeluhkan lambannya respons pemerintah nagari, meskipun laporan telah berulang kali disampaikan.

Beberapa warga mengungkapkan rasa kecewa terhadap Pj Walinagari dan perangkatnya yang dinilai tidak tanggap terhadap permasalahan ini. “Kami sudah melaporkan berkali-kali, tapi tidak ada tindakan konkret dari pemerintah nagari. Seolah-olah masalah ini dianggap sepele,” ujar seorang warga dengan nada geram.

Kekecewaan warga juga ditujukan terhadap Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Sungai Buluh Selatan yang dinilai tidak becus dalam bekerja. Menurut mereka, persoalan banjir ini bukan hal baru, namun hingga kini belum ada solusi yang nyata.

Wakil Bupati Padang Pariaman Drs Rahmang, MM, saat dikonfirmasi oleh media ini, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait banjir di wilayah tersebut. “Kami sudah mendapat laporan dari masyarakat dan akan segera menindaklanjuti. Saya harap ini menjadi perhatian serius untuk semua pihak terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Pariaman Rudi Repenaldi Rilis menjelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah meninjau lokasi banjir. Hasil tinjauan menunjukkan adanya bangunan yang menghambat aliran air, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir.

“Saya sudah memerintahkan Camat Batang Anai dan Pj Walinagari untuk segera mencari solusi dan mengidentifikasi titik-titik yang menjadi penyebab utama banjir ini,” kata Sekda.

Warga berharap pemerintah daerah bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ini, mengingat dampak banjir telah mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Selain itu, warga mendesak agar dilakukan tindakan nyata untuk mengatasi penyebab banjir, termasuk penertiban bangunan yang menghambat aliran air.

Musibah ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah dan nagari untuk membuktikan komitmen mereka dalam melayani masyarakat dan memberikan solusi yang nyata bagi permasalahan banjir yang telah berlangsung lama. (vand)