Padang

BBNP Sumbar Musnahkan 624,5 Kg Ganja

127
×

BBNP Sumbar Musnahkan 624,5 Kg Ganja

Sebarkan artikel ini
BBNP
Petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menguji keaslian barang bukti ganja sebelum dimusnahkan di Krematorium Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang, Kamis (31/10).

PADANG, ONtime.ID—Menjadi salah satu daerah tujuan peredaran narkoba, Sumatera Barat (Sumbar) mau tak mau harus menyatakan perang terhadap narkoba. Pemerintah daerah (pemda) dan aparat hukum dituntut bekerja keras untuk menumpas peredaran gelap barang haram tersebut di Ranah Minang.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi saat pemusnahan barang bukti narkoba berupa 624,5 kg ganja di Krematorium Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang, Kamis (31/10). Pemusnahan ganja tersebut juga disaksikan langsung oleh Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi beserta jajaran Forkopimda Sumbar.

Dalam kesempatan itu ia menyatakan, ganja tersebut merupakan hasil tangkapan operasi gabungan bersama Kantor Bea Cukai Teluk Bayur yang dilaksanakan pada 12 Oktober lalu. Pada operasi pertama di Kabupaten Pasaman Timur tim gabungan berhasil mengamankan 514,2 kg ganja. Pada operasi kedua di Tanah Datar tim mengamankan sebanyak 110,3 kg ganja. Dari jumlah tersebut telah diambil sebanyak 2,2 kg untuk keperluan di persidangan sebagai barang bukti.

Setelah melalui pemeriksaan, ganja dari dua operasi itu kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar. BNNP Sumbar juga menghadirkan tujuh tersangka pengedar. Masing-masing berinisial K, R, P, Z, E, H, dan RK. Pelaku dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Ricky menekankan, pemusnahan ini bukan sekadar bagian dari penegakan hukum, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba. Ia berharap, sinergi antarlembaga semakin erat dalam menjaga Sumbar dari dampak negatif narkotika.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menyatakan perang terhadap narkotika di wilayah Sumbar. “Kita harus bekerja sama dan terus bergerak agar Sumbar terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Ini tanggung jawab bersama yang tidak bisa diabaikan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung operasi ini, terutama kepada Plt Gubernur Sumbar dan aparat hukum lain yang turut berperan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengapresiasi keberhasilan BNNP Sumbar dalam menggagalkan peredaran 624,5 kg ganja di wilayah Sumbar. Audy meyakini, keberhasilan itu dapat diraih berkat kerja keras tim yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Brigjen Ricky Yanuarfi, putra daerah Sumbar, yang terus menyampaikan setiap perkembangan operasi kepada kami. Ini pencapaian luar biasa yang menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas narkoba di Sumbar,” ujar Audy.

Audy menekankan pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba, terlebih dalam upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurutnya, narkoba tak hanya merusak masa depan anak muda, tetapi juga berpotensi menggagalkan impian besar bangsa. “Jika anak-anak kita rusak oleh narkoba, kesempatan membangun generasi emas akan sulit terwujud,” ujar Audy.

Dalam pemusnahan ganja tersebut, Audy juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Sumbar) untuk terus mendukung BNNP dan bekerja sama dalam upaya pemberantasan narkotika.  “Kami siap membantu dengan sepenuh hati apa pun yang dibutuhkan oleh BNNP. Dengan sinergi ini, kita bisa membuat Sumbar bebas dari ancaman narkoba,” ucapnya.

Ia juga khawatir atas luasnya jangkauan peredaran narkoba yang tidak hanya masyarakat yang kaya namun kini peredaran telah menyasar ke masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Narkoba sekarang tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang ikut terjebak dalam peredaran narkoba. Bahkan parahnya mereka juga kecanduan dengan judi online,” ujarnya. (*)