SUMBAR

Bkkbn Kukuhkan Tim Penurunan Stunting Sumbar

718
×

Bkkbn Kukuhkan Tim Penurunan Stunting Sumbar

Sebarkan artikel ini
stunting
Gubernur Sumbar, Mahyeldi memberi sambutan saat konsolidasi dan pengukuhan tim percepatan penurunan stunting Provinsi Sumbar, Selasa (10/5).

PADANG, ONTIME.ID- Bkkbn Provinsi Sumbar menggelar konsolidasi dan pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sumbar, Selasa (10/5). 

 

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi konsolidasi dan juga mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sumbar yang diketuai Wakil Gubernur, Audy Joinaldy.

 

Mahyeldi mengatakan pengukuhan itu untuk menekan angka anak gagal tumbuh akibat kekurangan gizi atau stunting dengan target dibawah 14 persen pada 2024.

 

“Tim ini bertugas mengoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif,” katanya.

 

Ia mengatakan percepatan penurunan stunting yang efektif, konvergen harus terintegrasi melibatkan lintas sektor mulai dari pusat, Sumatra Barat hingga kabupaten dan kota hingga desa, keluruhan dan nagari.

 

Intervensi stunting yang dilakukan satgas ini harus dimulai dari hulu mulai kepada remaja dan calon pengantin. Mulai dari memastikan remaja memahami akan pentingnya kebutuhan gizi sejak remaja dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

 

Kemudian calon pengantin juga harus mengikuti pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan bimbingan perkawinan dari petugas lapangan dan pendamping keluarga.

 

Selanjutnya melakukan pemantauan kepda ibu hamil sampai memiliki balita agar dapt mengoptimalkan masa emas 1.000 hari pertama kehidupan baik dari sisi kesehatan maupun pola asuh.

 

Keluarga yang memiliki pasangan usia subur pascapersalinan juga harus mendapatkan pelayanan keluarga berencana agar dapat mengatur jarak kehamilan dari sebelumnya hingga optimal pengasuhan dan kasih sayang kepada anak yang dilahirkan.

 

Selain itu satgas juga memastikan anak hingga umur balita dipastikan mendapatkan air susu ibu ekslusif dengan imunisasi lengkap, vitamin, makanan tambahan setelah umur lebih 6 bulan serta memantau dan mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Lebih jauh Ia menambahkan, sesuai hasil studi statu gizi 2021 angka prevelensi stunting turun dari 26,47 persen menjadi 23,3 persen.

 

“Walaupun capaian sudah baik namun target Presiden Joko Widodo 14 persen pada tahun 2024 dan ada waktu tiga tahun untuk menurunkan itu,” ucapnya.

 

Dalam mewujudkan itu perlu sekali kerja yang ekstra untuk bisa dilakukan percepatan penurunan stunting.

 

“Koordinasi dan kerja sama sangat penting. Ini mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan. Saya imbau semua lintas sektor dapat bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Sumbar,” kata dia.

 

Sementara Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumbar, Fatmawati menambahkan Gubernur Sumbar telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 440-171-2022 tanggal 4 Maret 2022 tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022.

 

“Kita sudah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 3.300 tim atau 9.900 orang yang terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB,” kata dia.