“Selama satu pekan, diperkirakan ada 400.000 orang yang masuk ke Bukittinggi. Dari jumlah itu, 141.000 orang diantaranya masuk ke objek wisata berbayar, seperti TMSBK dan Taman Panorama. Selain itu, 2.200 kamar hotel dan homestay nyaris penuh oleh pengunjung,” ujar Erman Safar.
Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke Bukittinggi ulasnya, berdampak terhadap geliat perekonomian di Kota Bukittinggi. Diperkirakan selama satu pekan tersebut, peredaran uang di Bukittinggi berada di angka Rp40 miliar hingga Rp80 miliar. Sedangkan pemasukan PAD di objek wisata berbayar sekitar Rp3,1 miliar. (*/red).











