SUMBAR

Dari Sumbar Menuju Kancah Internasional

592
×

Dari Sumbar Menuju Kancah Internasional

Sebarkan artikel ini
Sumbar
Pimpinan Umum ONtime.ID Ahmad Saleh, SH (kanan) bersama Prof Dr Irwandi Jaswir dan Dr M. Sobri, MA

PADANG, ONtime.ID— Keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjuk Sumatra Barat sebagai penyelenggaraan World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2023 tidak lepas dari besarnya potensi yang dimiliki Sumbar untuk menjadi pusat dari entrepreneur muslim internasional.

Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan,  penyelenggaraan WIES 2023 bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai  Leader pengembangan pariwisata Islam, sekaligus menjadi episentrum Entrepreneur dunia.

“Pemerintah pusat mendukung Sumbar untuk mengembangkan wadah tersebut dengan harapan halal ekosistem dunia bisa ditopang oleh Sumbar. WIES 2023 harus mampu menjadi bagian kemajuan ekonomi Indonesia,” ujarnya Jumat (8/9).

Sandi menilai, Sumbar memiliki potensi  dan prioritas pembangunan di sektor pariwisata yang cukup luar biasa. Ia berharap ,  penyelenggaraan WIES akan memicu lahirnya forum Global Muslimpreneur atau  asosiasi  wirausaha muslim pertama di dunia yang nantinya akan berpusat di Sumatera Barat.

“Saya ingin WIES ini makin luas dampaknya, Indonesia harus menjadi leader dalam pengembangan pariwisata Islam. Indonesia harus jadi episentrum entrepreneur muslim, yang mana itu ya di Sumbar. WIES 2023 akan membuat Sumbar semakin dikenal luas di kancah mancanegara, khususnya di komunitas Muslim seluruh dunia,” ucapnya.

Menurut Sandi, masyarakat Sumbar mengakar kuat pada budaya berdagang dan berdagang kewirausahaan serta nilai-nilai keislaman melalui filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Dengan merangkul semangat kewirausahaan umat Islam, WIES 2023 diharapkan dapat meningkatkan ekosistem dan jejaring bisnis dunia, pariwisata, dan UMKM halal, khususnya di era digital ini.

“Selama berabad-abad pedagang muslim telah dikenal sebagai agen perubahan perekonomian dunia, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi umat Islam tetapi juga dunia. komitmen untuk menerapkan perdagangan yang adil, kerja keras, dan kebaikan bersama,” ujarnya.

Sandiaga Uno mengatakan, muslimpreneur harus beradaptasi dengan teknologi tanpa mengorbankan cita-citanya. Melalui WIES 2023 diharapkan Indonesia, khususnya Sumatera Barat, dapat menjadi wadah Muslimpreneur global yang menjembatani kesenjangan antara usaha kecil dan besar yang terjadi di seluruh dunia.

Kemenparekraf menargetkan WIES menjadi salah satu akselerator dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia.

“Kami berharap event ini dapat menginisiasi lahirnya Global Muslimpreneur Forum yang merupakan asosiasi forum wirausaha muslim pertama di dunia yang berpusat di Sumatra Barat,” ujar Sandiaga.

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki kontribusi terhadap pembentukan tren ekonomi islam global. “Indonesia dengan senang hati memulai kolaborasi ekonomi dan bisnis yang lebih inklusif,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Pemerintah Sumbar dan Badan Promosi Pariwisata Daerah Sumbar memberikan dukungan maksimal untuk menjadi tuan rumah WIES. Sumbar telah mengukuhkan diri sebagai Destinasi Halal Terbaik Dunia, Operator Tur Halal Terbaik Dunia, dan Destinasi Kuliner Halal Terbaik Dunia

Dalam perhelatan WIES tersebut, Sandiaga meluncurkan The Wonderful Mosque of Indonesia E-Catalogue. Katalog tersebut diinisiasi Kemenparekraf yang menjadi media promosi informasi akan besarnya potensi masjid di Indonesia sebagai sebuah destinasi pariwisata.

“E-Catalogue ini memuat informasi 74 masjid dari 16 provinsi di Indonesia yang memiliki potensi daya tarik wisata berdasarkan 7 kategori tema, yaitu nilai sejarah, nilai arsitektur, nilai budaya, nilai amenitas, nilai edu-religi, nilai tujuan ziarah, nilai socialpreneur dan nilai eco-mosque,” ujarnya

Menurut Sandi, Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia. Kurang lebih ada 231 juta penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam.

Perjalanan yang panjang yang melewati berbagai macam akulturasi budaya, menjadikan masjid-masjid di Indonesia memiliki keunikan dan keragamannya masing-masing.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai tempat berdiskusi, aktivitas niaga, pendidikan serta kegiatan sosial lainnya.

Dia memberikan contoh di Sumatra Barat ini, ada Masjid Raya Sumbar yang memiliki keunikan pada desain arsitekturnya. Masjid raya Sumbar memiliki kubah menyerupai rumah tradisional khas suku Minang, rumah gadang.

Selain itu, dinding masjid ini juga dihiasi dengan kaligrafi dan ukiran khas Budaya Minangkabau. “Saya berharap para delegasi yang hadir pada WIES ini dapat menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid yang telah dinobatkan sebagai salah satu masjid dengan arsitektur terbaik di dunia versi Abdul Latif Al Fozan Award ini,” ujarnya. (vand)