Padang

Dasril Yanto Jemput Harapan Anak Nagari, Buka Jalan Kuliah Gratis bagi Pemuda Solok Selatan

181
×

Dasril Yanto Jemput Harapan Anak Nagari, Buka Jalan Kuliah Gratis bagi Pemuda Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
Dasril Yanto
Dasril Yanto Jemput Harapan Anak Nagari, Buka Jalan Kuliah Gratis bagi Pemuda Solok Selatan

SOLOK SELATAN, ONtime.ID — Di tengah masih tingginya angka anak putus sekolah dan pemuda menganggur akibat keterbatasan ekonomi, langkah nyata ditunjukkan Dasril Yanto. Putra asli Solok Selatan yang kini menjabat sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia itu memilih turun langsung membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak daerah yang nyaris kehilangan harapan untuk kuliah.

Berasal dari Jalan Usaha Tani, Mudiak Lawe Barat, Nagari Sako Utara, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Dasril Yanto dikenal sebagai sosok yang aktif memperjuangkan pendidikan masyarakat kecil, khususnya bagi generasi muda yang terhambat biaya.

Kepeduliannya lahir dari realitas yang ia lihat sendiri di lapangan. Banyak lulusan SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah di Solok Selatan sebenarnya memiliki kemampuan dan semangat belajar tinggi, namun harus mengubur impian melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai.

[irp posts=”36429″ ]

“Setiap kali melihat ada anak yang putus sekolah atau menganggur karena tidak mampu kuliah, hati saya tergerak. Saya berpikir, bagaimana caranya agar anak-anak Solok Selatan ini tetap bisa berkuliah, memiliki ijazah, dan kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak,” ungkap Dasril Yanto.

Berangkat dari keprihatinan itu, ia kemudian menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Nusa Putra di Sukabumi, Jawa Barat. Melalui kerja sama tersebut, terbuka peluang besar bagi putra-putri Solok Selatan melalui program unggulan Beasiswa 1000 Anak Negeri.

Program tersebut memberikan kesempatan kuliah gratis maupun keringanan biaya pendidikan dalam skala besar bagi siswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepercayaan kampus terhadap Dasril Yanto pun tidak setengah-setengah. Ia resmi ditunjuk sebagai Koordinator Kemahasiswaan Bidang Mahasiswa Program Beasiswa 1000 Anak Negeri wilayah Kabupaten Solok Selatan.

[irp posts=”36426″ ]

Posisi itu menjadikan dirinya sebagai penghubung utama antara kampus dan calon mahasiswa asal Solok Selatan, mulai dari proses sosialisasi, pendataan hingga pendampingan pendaftaran.

Tidak berhenti pada tataran administrasi, Dasril Yanto memilih turun langsung ke lapangan. Ia mendatangi sekolah-sekolah, madrasah hingga menemui pemuda-pemuda yang menganggur untuk memberikan motivasi dan membuka wawasan tentang peluang pendidikan tinggi.

Sasarannya meliputi lulusan SLTA, SMK, Madrasah Aliyah, hingga pemuda yang sebelumnya gagal melanjutkan kuliah karena faktor ekonomi.

“Saya temui mereka satu per satu, saya jelaskan peluangnya, dan saya dampingi proses pendaftarannya. Tidak peduli mereka dari latar belakang apa, yang penting ada kemauan untuk belajar,” ujarnya.

Menurutnya, kemiskinan tidak boleh menjadi alasan terputusnya pendidikan generasi muda. Ia menilai, akses pendidikan harus diperjuangkan agar anak-anak daerah tidak kalah bersaing dengan wilayah lain.

Perannya sebagai Ketua IGI Kabupaten Solok Selatan juga semakin memperkuat gerakan tersebut. Melalui jaringan guru, Dasril Yanto mengajak para pendidik ikut mengidentifikasi dan merekomendasikan siswa-siswa yang layak memperoleh kesempatan kuliah melalui program beasiswa tersebut.

Langkah yang dilakukannya menjadi tamparan bagi pihak-pihak yang selama ini hanya menjadikan isu pendidikan sebagai slogan tanpa tindakan nyata. Di saat banyak anak daerah kehilangan arah setelah tamat sekolah, Dasril Yanto justru hadir membawa solusi konkret.

[irp posts=”36423″ ]

Harapannya sederhana, namun memiliki dampak besar bagi masa depan daerah.

Ia ingin semakin banyak anak-anak Solok Selatan mampu menempuh pendidikan tinggi, meraih gelar sarjana, kemudian kembali membangun daerah atau menjadi tenaga profesional yang mampu mengangkat martabat keluarga dan kampung halamannya.

Bagi Dasril Yanto, pendidikan bukan sekadar soal ijazah, melainkan jalan keluar dari lingkaran kemiskinan dan keterbatasan yang selama ini membayangi banyak generasi muda di Solok Selatan. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID