Andre mengatakan, sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra yang diamanahkan di Komisi VI, ia akan terus mengawal pembangunan jalan tol di Sumbar. “Kami sebagai anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra yang ditugaskan oleh Pak Prabowo di Komisi VI dan bermitra dengan BUMN yang mengerjakan tol, yaitu PT Hutama Karya (HK), akan terus mengawal dan memastikan anggarannya ada untuk pembangunan ini. Alhamdulillah tahun ini Hutama Karya kita kasih lagi anggaran Rp30 triliun. Kita mendorong Hutama karya segera melakukan pembangunan, meski pembebasan lahan masih 77 persen,” ujarnya.
Dengan kembali dimulainya pembangunan pada September mendatang, ia berharap Pemprov bangun dari tidurnya, dan bisa lebih cepat lagi untuk menuntaskan masalah pembebasan lahan.
Sementara itu, Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Koentjoro, mengungkapkan, pekerjaan tol Padang-Sicincin sudah berhenti sejak 2020. Adapun yang menjadi penyebab utama terhentinya pembangunan karena terkendala masalah pembebasan lahan. “Pembangunan sudah terhenti sejak 1,5 tahun lalu. Jadi kita itu berhenti di akhir 2020. Sekarang kita hanya melakukan pekerjaan pemeliharaan saja,” kata Koentjoro.
Kendati demikian, dikatakannya saat ini kemajuan pembebasan tanah sudah mencapai 77 persen. “Dampaknya tentu saja, masyarakat Sumbar tidak bisa menikmati infrastruktur yang baik dan berkualitas sehingga kendala-kendala yang berkaitan dengan kemacetan dan distribusi logistik yang maksimal tidak bisa dilakukan. Proyek yang seharusnya dimaksimalkan untuk proyek Tol Padang-Sicincin selama ini dialihkan ke Pekanbaru dan Palembang,” katanya.
Di sisi lain, Koentjoro mengapresiasi upaya Andre Rosiade yang membantu penyelesaian kendala-kendala yang ada, dan mendorong pembangunan Tol Padang-Sicincin kembali dilakukan.
“Kami berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade selaku anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat yang sudah luar biasa dukungan untuk membantu bagaimana persoalan lahan ini bisa diselesaikan. Uang tidak masalah. Masalahnya hanya pembebasan lahan. Kalau lahan sudah dibebaskan, pembangunan bisa dipercepat,” tukasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, Kamis (25/8), meninjau sekaligus menyusuri lokasi konstruksi jalan tol ruas Padang-Sicincin untuk meninjau persiapan pengerjaan lanjutan jalan tol Padang-Pekanbaru tersebut.
Dikatakan Wagub, pembebasan tanah saat ini telah lebih dari 70 persen dari 36,15 km ruas Padang-Sicincin, dengan total lahan tersambung sepanjang 12 km. Dengan begitu pekerjaan sudah dapat dimulai secara simultan bersamaan sisa proses pembayaran UGK yang terus dipacu. “Insya Allah awal bulan sudah bisa dimulai, karena tiap minggu penyelesaian UGK berjalan terus,” kata Wagub.
Sementara untuk bidang-bidang tanah yang masih belum bebas di Nagari Kapalo Hilang, Wagub menargetkan akan selesai sebelum akhir tahun. “Jadi, yang disini dulu, Kapalo Hilalang kan di ujung sana, aktivitasnya mungkin tahun depan, tapi tanahnya tahun ini harus sudah selesai,” ungkapnya.
Sementara itu, Project Director Tol Jalan Tol Padang-Sicincin Hutama Karya, Marthen Robert Singal, menjelaskan, meski lebih dari 70 persen lahan sudah bebas, masih ada akses-akses jalan kendaraan proyek yang belum bebas. Hal ini yang menjadi penyebab baru 12 km lahan tersambung. (*/red)













