PADANGPARIAMAN, ONTIME.ID – Setelah terputus beberapa bulan akibat pengikisan tebing dan longsor, jalan penghubung Kabupaten Padangpariaman dengan Kabupaten Agam via Sungai Geringging sudah kembali bisa dilewati dengan kondisi jalan darurat. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat segera membangun jembatan permanen untuk akses transportasi masyarakat.
Jalan lintas daerah itu sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat, namun itu masih bersifat darurat. “Alhamdulillah saat ini jalan dari Sungai Limau ke Sungai geringging tepatnya di Luhuang yang sebelumnya amblas sudah bisa dilewati,” kata Wali Nagari Kuranji Hulu Salman Hardani di Sungai Garinggiang, Minggu (28/8).
Ia menyampaikan perbaikan jalan ini merupakan usulan dari pemerintah nagari kepada Pemprov Sumbar, karena dengan putusnya akses jalan tersebut mengakibat banyak ases vital terganggu. “Jalan ini sangat banyak dilewati masyarakat termasui akses pendidikan, agama, sosial, dan ekonomi masyarakat disini,” katanya.
Berdasarkan itu, ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bersedia untuk membangun jalan darurat agar dapat dilewati kendaraan bermotor dan mobil. “Sebelumnya di sini dibangun jembatan darurat namun karena kondisi tanah penyangganya semakin tergerus air maka jembatan itu dibuka dan dimulai pengerjaan jalan darurat langsung dikerjakan,” katanya.
Jalan darurat, sambung Salman, ini dibuat dengan dilakukan dengan penimbunan tanah dan di bagian tebing juga ditanam bambu untuk memperkuat struktur tanah agar tidak mudah tergerus air.
“Jadi untuk mengamankan jalan darurat tersebut pemerintah nagari membebaskan enam lahan warga untuk pembangunan selokan atau pemecah air bah. Pembebasan lahan untuk selokan tersebut juga merupakan permintaan Pemprov untuk rencana pembangunan jembatan permanen,” katanya.
Ia berharap Pemprov Sumbar segera membangun jembatan permanen di daerah itu karena jalan itu merupakan akses penting masyarakat.
Sementara itu, salah seorang pengendara Rendi Hakimi Sadri (32) mengatakan semenjak akses jalan tersebut terputus dirinya harus melewati jalan alternatif yang jarak tempuhnya lebih jauh dengan kondisi jalan banyak yang rusak.
“Nah, kalau jalan Luhuang sudah bisa dilewati tentu kami sebagai pengendara diuntungkan, dan saya rasa pedagang yang bergantung dengan jalan ini pun juga terbantu,” katanya (*/red).













