GAZA, ONTIME.ID- Israel disebut semakin memperluas wilayah serangannya di Jalur Gaza, bahkan telah menewaskan puluhan orang dalam waktu satu jam.
Seperti dilansir dari Reuters, Juru bicara Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza, mengatakan perluasan gempuran Israel menewaskan sekitar 50 orang dalam satu jam.
Kementerian Dalam Negeri di Gaza menyebut serangan Israel menghantam daerah pemukiman di Jabalia dan Tal al-Hawa di utara, kamp pengungsi al-Nuseirat di Gaza tengah dan Khan Younis di selatan. Sebelumnya, Al Jazeera juga menerima laporan adanya korban jiwa di kamp pengungsi Al-Maghazi di Gaza tengah.
Selain itu beberapa serangan udara dan penembakan juga dilaporkan terjadi di Shujaiyah dan Sheikh Radwan di Gaza utara.
Tak sampai di sana saja, Israel juga kembali menggempur masjid di Kota Gaza pada Rabu (25/10). Serangan tersebut menambah jumlah masjid yang hancur menjadi 33. Serangan Israel ke masjid dilaporkan media Al Aqsa TV. “Pasukan pendudukan mengebom Masjid Hattin di Jalan Al Jalla,” demikian laporan tersebut.
Pada awal perang Israel menghancurkan masjid ternama di Gaza, Al Amin Muhammad. Masjid itu dilaporkan hancur imbas serangan Israel. Sumber-sumber lokal mengonfirmasi bahwa pesawat tempur Israel menyerang dan menargetkan tempat ibadah tersebut
Pasukan Israel dan Hamas berperang sejak 7 Oktober. Imbas saling tempur ini, ribuan orang di Palestina dan Israel tewas. Perang juga membuat situasi Gaza yang krisis menjadi kian krisis. Terlebih, pada 9 Oktober, Israel memblokade total jalur Gaza.
Mereka tak mengizinkan bantuan kemanusiaan seperti makanan, bahan bakar, hingga obat-obatan masuk ke Gaza. Komunitas internasional mendesak agar Israel membuka blokade itu, tetapi hingga sekarang masih tertutup.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyebut adanya pelanggaran hukum internasional di Gaza, dan mendesak gencatan senjata segera. Israel menanggapi dengan berang pernyataan pemimpin badan dunia itu.
Saat membuka sidang tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB pada Selasa (24/10) waktu setempat, Guterres mengatakan tidak ada alasan untuk kekerasan “mengerikan” yang dilakukan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu, namun dia juga mengingatkan untuk tidak melakukan “hukuman kolektif” terhadap warga Palestina.
“Saya sangat prihatin dengan pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional yang kita saksikan di Gaza. Biar saya perjelas: Tidak ada pihak dalam konflik bersenjata yang berada di atas hukum kemanusiaan internasional,” kata Guterres, tanpa menyebut nama Israel secara eksplisit.
Guterres juga mengatakan bahwa serangan Hamas “tidak terjadi dalam ruang hampa” karena Palestina telah “mengalami 56 tahun pendudukan yang menyesakkan.”
Ucapannya itu membuat marah Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen. Sembari menunjuk ke arah Guterres dan meninggikan suaranya, Cohen menceritakan kisah-kisah tentang warga sipil termasuk anak-anak yang tewas dalam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu. “Mr Sekretaris Jenderal, Anda tinggal di dunia apa?” cetus Cohen. (red)













