PADANG, ONTIME.ID—Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar mewanti-wanti masyarakat untuk tidak menerobos jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai yang saat ini masih dalam proses perbaikan usai rusak diterjang banjir bandang yang terjadi pada 11 Mei 2024 lalu. Pengerjaan jalan yang dilakukan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) itu sendiri ditargetkan selesai akhir Juli.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Nur Setiawan menegaskan, bagi pengendara yang masih nekat menerobos jalur tersebut, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas.
“Kami akan menjerat masyarakat, yang bandel karena melewati jalur Lembah Anai yang menghubungkan Padang-Bukittinggi, dengan menilang mereka. Hal ini dilakukan atas dasar Undang-Undang Lalu Lintas, karena jalur tersebut tidak boleh ditempuh (forbidden) selama dalam masa perbaikan,” ujar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan pada Selasa (28/5).
Selaku Dirlantas Polda Sumbar, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan yang melalui Padang-Bukittinggi ataupun sebaliknya, tidak menggunakan jalur tersebut. Masyarakat diminta untuk menggunakan jalur alternatif seperti Malalak dan Sitinjau Lauik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan menambahkan, pihak kepolisian telah menyiapkan rencana pengalihan lalu lintas untuk mengurangi dampak penutupan jalur Lembah Anai terhadap aktivitas masyarakat.
Adapun jalur alternatif yang bisa digunakan pengendara yang hendak bepergian dari Kota Padang menuju Kota Bukittinggi ataupun sebaliknya adalah melalui jalur alternatif via Malalak, Kelok 44, dan Sitinjau Lauik. “Ada jalur alternatif yang sudah disiapkan, dan kami menempatkan personel di beberapa titik untuk mengatur lalu lintas,” ucapnya.
Dwi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan selalu memantau informasi terbaru mengenai kondisi jalan dan rute alternatif yang disediakan. “Masyarakat bisa mengakses informasi terkini dari Kepolisian melalui media massa dan media sosial resmi Polda Sumbar,” tuturnya.
Ditargetkan Rampung Akhir Juli
Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar telah menunjuk PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), yang merupakan anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), untuk mempercepat pemulihan melalui penanganan ruas Jalan Bts. Kota Padang Panjang-Sicincin (N.040) yang terdampak terdampak longsor. Kondisi ruas Jalan Bts. Kota Padang Panjang-Sicincin (N.040) mengalami kerusakan yang cukup parah, di mana jalan sepanjang 6 km tidak dapat dilalui akibat terdampak banjir.
“HKI diberikan amanah untuk membantu pemulihan pascabencana di Jalan Bts. Kota Padang Panjang-Sicincin, di mana terdapat sepuluh titik yang perlu segera ditangani,” ujar Project Manager Penanganan Jalan Bts. Kota Padang Panjang-Sicincin (N.040), Eka Satriades.
Penanganan titik kerusakan dimulai dari bulan Mei 2024 dan ditargetkan rampung akhir Juli 2024. “Saat ini, HKI tengah mengerjakan penanganan di Km 64, dan berfokus di Km 64+100 dan 64+200. Dua titik ini menjadi perhatian utama, di mana kondisi jalan putus total akibat banjir,” ujar Eka.
Pascabencana banjir yang menyebabkan kerusakan di Jalan Bts. Kota Padang Panjang-Sicincin, HKI langsung melakukan mobilisasi alat-alat berat seperi ekskavator dan alat pendukung lainnya dari proyek HKI terdekat untuk membersihkan sisa material akibat terjangan banjir.
“Kini, HKI tengah melaksanakan sejumlah pekerjaan seperti normalisasi sungai dan menimbun badan jalan, agar jalan segera dapat digunakan fungsional oleh masyarakat setempat,” kata Eka menjelaskan.
Mengingat lokasi titik penanganan yang sebagian besar terdampak banjir, maka akses pun menjadi tantangan dalam penyelesaian pekerjaan ini. Terdapat titik-titik tertentu yang masih sulit untuk dijangkau akibat terdampak banjir, ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan.
“Namun demikian, kami berkomitmen untuk memberikan upaya terbaik agar ruas Jalan Bts. Kota Padang Panjang-Sicincin bisa segera kembali digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami mohon doa restu dan dukungan dari berbagai pihak agar semua berjalan dengan lancar,” tutur Eka. (vand)













