Peristiwa

Kelalaian Kontraktor Proyek Normalisasi Sungai Batang Kandis Telan Korban Jiwa, Orangtua Tuntut Pertanggungjawaban PT Arafah Alam Sejahtera

1380
×

Kelalaian Kontraktor Proyek Normalisasi Sungai Batang Kandis Telan Korban Jiwa, Orangtua Tuntut Pertanggungjawaban PT Arafah Alam Sejahtera

Sebarkan artikel ini
Sungai
Kelalaian Kontraktor Proyek Normalisasi Sungai Batang Kandis Telan Korban Jiwa, Orangtua Tuntut Pertanggungjawaban PT Arafah Alam Sejahtera

PADANG, ONtime.ID — Proyek normalisasi Sungai Batang Kandis di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang dikerjakan oleh PT Arafah Alam Sejahtera, menelan korban jiwa. Seorang anak dilaporkan tenggelam dan meninggal dunia di lokasi proyek akibat diduga tidak adanya sistem pengamanan di sisi sungai yang tengah dikerjakan.

Peristiwa tragis ini terjadi pada awal pekan ini saat korban, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, tengah bermain di sekitar area proyek. Menurut keterangan warga setempat, lokasi tersebut tidak dipasangi pagar pembatas, rambu peringatan, maupun pengamanan lain yang seharusnya menjadi standar dalam proyek konstruksi publik, terlebih yang berada dekat dengan pemukiman warga.

“Kami sangat terpukul. Anak kami meninggal karena kelalaian pihak kontraktor yang tidak menyediakan pengamanan di area proyek. Ini bukan semata kecelakaan, tapi akibat kelalaian yang seharusnya bisa dicegah,” ujar keluarga korban.

Pihak keluarga kini menuntut pertanggungjawaban dari PT Arafah Alam Sejahtera atas insiden yang merenggut nyawa putra mereka. Mereka juga meminta agar pemerintah daerah turun tangan dalam mengusut tuntas kasus ini dan mengevaluasi pelaksanaan proyek-proyek serupa di wilayah Kota Padang.

Proyek normalisasi tersebut memang tengah berjalan sejak beberapa minggu terakhir sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Koto Tangah. Namun, lemahnya pengawasan dan minimnya standar keselamatan di area pekerjaan kini menjadi sorotan.

Orangtua korban, yang tengah berduka, menuntut pertanggungjawaban dari pihak kontraktor. “Kami hanya ingin keadilan. Anak kami meninggal karena kelalaian mereka. Tidak ada satupun pengaman di lokasi itu,” ujar orangtua korban dengan suara bergetar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PT Arafah Alam Sejahtera terkait insiden tersebut. Sementara itu, Roni ketua tokoh masyarakat setempat membenarkan adanya kejadian dan menyebut pihaknya akan melaporkan hal ini ke dinas terkait serta aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan agar lebih mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan masyarakat dalam setiap proyek pembangunan. Sementara itu Pihak perusahaan PT Arafah Alam Sejahtera saat dihubungi media ini belum ada jawab. (roni)